NGAPALKEUN?



Guys, kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata ngapalkeun. Ya, ngapalkeun merupakan suatu kegitan atau mungkin bisa dibilang ritual yang suka bikin kita jadi hoream. Ngapalkeun itu identik dengan mata pelajaran, ya meskipun tak jarang kita ngapalkeun hal yang lain, ngapalkeun pin bbm mantan misalnya.

Ngapalkeun berasal dari 2 kata, yaitu ngapal dan keun. Ngapal disini mempunyai arti mengingat, uniknya, siswa zaman sekarang itu paling senang mengingat, bukan pelajaran, tapi mengingat masa lalu. Kemudian ada kata keun, yang berarti yaudah. Bila kita korelasikan dengan kata ngapal tadi, ngapalkeun bisa diartikan, kegiatan mengingat sesuatu yang bilamana tidak hapal yaudah sih.

Percaya atau tidak, dizaman dimana harga kuota meningkat tajam ini, ngapalkeun sudah terasa sangat jarang untuk dilakukan, biasanya ngapalkeun jikalau ada ulangan ataupun UKK. Bahkan, ngapalkeun terdengar horor apabila orangtua kita yang menyebutkan.

Mamah : "Jang geura ngapalkeun!"

Saya : "Iya mah"

Fakta membuktikan, salah satu penyebab dari malasnya siswa untuk ngapalkeun adalah gadget. Misalkan saja ketika kita sedang fokus-fokusnya ngapalkeun, eh handphone bunyi, terpaksa kan ngapalkeunnya terhenti sejenak. Diambil kan itu handphone, eh pas di cek ternyata alarm. Jadinya kesel kan, terus curhat di pm, keasyikan, ngapalkeunnya lupa.

Berdasarkan tingkat kemalasan serta aneka ragam alasan untuk ngapalkeun, saya mengkategorikan ngapalkeun dalam beberapa nomor, ngga banyak sih, cuman 4. Ini dia.

1. Rajin
Ya, sudah jelas ini bukan saya, namun yang pasti didunia ini, ya minimal di tanjungsari pasti ada orang yang rajin ngapalkeun.

2. Ada niat tapi apa daya kokod tak sampai
Hmm, saya pernah mengalami hal seperti ini, bukan pernah sih tapi sering. Jadi gimana ya guys, hati tuh sudah berkata "Belajar yuk, buat masa depan, biaya resepsi pernikahan mahal loh". Eh martabak telor spesial melambai-lambai diidepan mata.

3. Gaada niat, apalagi usaha
Nah ini, ini merupakan prilaku yang tidak patut untuk dicontoh guys. Biasanya jika kita telah terbiasa dalam ngapalkeun jenis ini, susah buat move on (jadi rajin).

4. Gaada niat, apalagi usaha, jomblo pula
Ah sepertinya yang ini tidak perlu diberikan penjelasan apapun, mengenaskan guys.

Itulah macam kategori ngapalkeun yang telah saya rangkum sedemikian rupa tapi malah tidak berupa. Jika ditanya saya suka ngapalkeun atau ngga, jawaban sudah jelas, saya lebih suka kamu. Ngga deh, saya sih tergantung mood, kalau moodnya lagi bagus ya main game, ngapalkeunnya lupa. Jangan ditiru guys.

Siswa sekarang lebih gemar untuk senang-senang ngabisin uang, dibandingkan dengan belajar untuk menghasilkan uang. Ya ngga salah sih, orang kita dibuat saat orangtua kita sedang bersenang-senang. Tapi ya gimana, kalau gini terus kapan suksesnya, katanya punya cita-cita buat ngebahagiain orangtua, katanya mau punya istri tiga. Oleh karena itu, ayo guys, kita lertarikan kembali budaya ngapalkeun, untuk masa depan yang lebih baik. Jos.

No comments:

Post a Comment