LDR
Jika dilihat dari segi estetika dan ilmu alam, LDR itu kayaknya menyenangkan untuk dilakukan, contoh saja di film-film. Padahal mah, iya. Ngga ketang, tergantung sih itumah.
Setelah melakukan survey selama 6 abad di Zimbabwe, lembaga survey WLDRO atau World Long Distance Relationshit Organization merilis kabar terbaru bahwa ternyata LDR itu dapat menimbulkan beberapa gejala yang disingkat jadi 3R.
Apa sajakah 3R itu? Yang pertama adalah yang kesatu. Maaf, yang pertama ialah Rindu. Sudah bisa dipastikan kaum ldr pasti akan sering merasa rindu, yang mana rindu ini akan dirasa selalu. Sebagaimana diterangkan dalam salah satu quotes radith iya dika,
"Cinta itu kotak, adil di tiap sisinya. Cemburu itu segitiga, tajam di tiap sisinya. Rindu itu lingkaran, tak berujung".
Selanjutnya Ragu, percaya atau tidak kaum ldr pasti merasakan yang namanya Ragu terhadap pasangannya, "bisa ga ya" "dia selingkuh ga ya" "dia mandi ga ya". Maklum saja, Badan Ilmu Perasaan dan Antariksa pernah meneliti bahwa masyarakat Indonesia cenderung lebih gampang khawatir dibandingkan dipinjam duit.
Kemudian Rayu. Rata-rata kaum LDR terutama pasangan prianya akan sering merayu sang pujaan hati (menurut guinness book of repot), dikarenakan tidak mampunyai berinteraksi secara langsung, biasanya rayuan digunakan agar si pasangan nggak bosan.
"Kamu cantik hari ini"
"Loh ko tau?"
"Itu dp kamu"
"Itu kakak aku"
"Kakaknya aja udah cantik, apalagi adiknya"
"Uuuu tayang bisa aja"
Sayangnya, percakapan tersebut terjadi antara sepasang lelaki.
Jika kita telaah secara seksama dan belajar dari pengalaman yang ada, ada baiknya jika pasangan yang sedang menjalani LDR agar berkomunikasi seperlunya saja. Karena Dinas Persatuan Pemerhati Orang Pacaran (DPPOP) telah mendapati sebuah fakta yang cukup mencengangkan, bahwa terlalu sering berkomunikasi merupakan penyebab kandasnya sebuah hubungan LDR yang telah lama diperjuangkan.
Dapat diambil dari sebuah kasus yang baru-baru ini "mungkin" terjadi, antara sepasang kekasih yang sudah 2 tahun LDR karena sang lelaki bekerja diluar nikah, maaf, luar negeri.
Setiap saat mereka tak lepas dari yang namanya handphone atau kini biasa disebut hape/hp/henpun ah rupa-rupa deh. Hingga suatu saat, sang pria merasa bosan lalu putus. Tamat.
Tuhkan guys, kurang ngeri gimana coba terlalu sering komunikasi itu. Meskipun lebih ngeri liat mantan jalan sama bangbarongan, tapi pake lamborgini. Ah namanya juga manusia, sirik aja sama orang lain.
Guys, ingatlah satu hal, LDR itu tidak selamanya menyedihkan. Banyak juga orang yang sukses melewati masa-masa LDR yang kemudian ditukar dengan masa-masa rumah tetangga. Karena yang kamu butuhkan adalah percaya.
Jangan percaya teuing ketang bisi goreng tungtungnya.
Setiap saat mereka tak lepas dari yang namanya handphone atau kini biasa disebut hape/hp/henpun ah rupa-rupa deh. Hingga suatu saat, sang pria merasa bosan lalu putus. Tamat.
Tuhkan guys, kurang ngeri gimana coba terlalu sering komunikasi itu. Meskipun lebih ngeri liat mantan jalan sama bangbarongan, tapi pake lamborgini. Ah namanya juga manusia, sirik aja sama orang lain.
Guys, ingatlah satu hal, LDR itu tidak selamanya menyedihkan. Banyak juga orang yang sukses melewati masa-masa LDR yang kemudian ditukar dengan masa-masa rumah tetangga. Karena yang kamu butuhkan adalah percaya.
Jangan percaya teuing ketang bisi goreng tungtungnya.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment