KISAH CINTA AEP : EPISODE 8

MASIH THE BOYBAND CHAMPIONSHIP
Kala diriku tengah mencuci sepatu, tiba-tiba terngiang dikepalaku akan sesuatu yang kumulai namun tak sempat ku selesaikan. Membuatku hilang kendali hingga saat kugosok dampal sepatu itu dengan sepenuh rindu, ah ternyata kamu.
Ya kamulah, pemen karet yang menempel tak tahu malu. Kan hese ih, sebel.

Baiklah, saya siap memulai kembali sesuatu yang sempat terlupakan itu. Semoga kalian senantiasa diberikan kekuatan untuk bisa memahami apa yang saya tulis disini, semoga kalian bisa mengerti apa yang saya ceritakan disini, karena cerita ini bukan sembarang cerita komedi. Ini adalah gambaran kehidupan remaja masa kini yang berwajah masa lalu dengan cita cita masa depan yang masa iya terkabulkan.

Dialah sang serigala kesepian ditengah angin malam bertahtakan sinar rembulan, Aep Saepuloh yang mewarisi bibir anjelina joli serta kelek natasha wilona ini. Semoga saja kalian masih ingat dengan episode sebelumnya, namun saya anggap saja kalian lupa. Saya tidak akan meminta kalian untuk kembali membaca dari episode pertama, takut disangka banyak maunya, terus kalian minta putus, minta sidang paripurna.

Di episode terakhir, kira-kira episode 7, diceritakan The Boyband Championship akan segera dimulai. Saat yang tepat untuk membuktikan bahwa The Amanats mampu berkipah dikancah luar daerah, ajang membuktikan bahwa The Amanats lebih unch dibandingkan dengan The Garongs begitu arogan dan terkesan loba gaya, tapi da emang gaya sih.

Setelah sukses daftar ulang The Boyband Championship yang begitu banyak rintangannya. Didapatlah nomor peserta ke 69, anjis sakral banget angkanya. Mungkinkah ini sebuah pertanda, tapi jangan dulu berburuk sangka, siapa tau ini pembawa keberuntungan. Mereka pun masuk ke ruang rindu, maaf, ruang audisi. 

3 jam berlalu namun perserta masih urutan ke 15,7, Maman merasa bosan sehingga mengajak Arpan ngadu kaleci. Aep dan Rahmat kekurangan bahan bakar kemudian bikin hawu terus babakaran makanan hasil berburu keanekaragaman hayati didaerah sekitar.

Akhirnya giliran insan muda kebanggaan papa, The Amanats, untuk menunjukkan bakat boyband yang sejak beberapa minggu katukang mereka dapatkan. Sebagaimana audisi kebanyakan, peserta biasanya suka diwawancarai tertelbih dahulu.

"Mau bawain lagu apa mas?"

"Kepo"

"........." juri merasa ingin ninggang namun harus jaim biar keliatan berpengalaman.

Dan dengan ucapan bismillahirrahmanirrahim, The Amanats mulai perform dengan single terbaru mereka, "Hey".

Heyyyy~
Heyyyyy~
Heyyyyyy~

*juri nengok*

Lain kamaneh~
Lain kamaneh~
Pasti eraeun~
Heyyyyy~

Diakhiri dengan aksi akrobatis Aep dan Arpan sikap lilin disambut oleh Rahmat dan Maman yang duet nyemburin api cemburu.

Nanang : “Nomor peserta kalian udah bagus, gaya udah oke, beungeut mah udah pasti kurang tapi ngga usah khawatir asal loba duit we ya”

Masih Nanang : “Oh iya sama satu lagi, coba deh kalian belajar koreografi, masa iya boyband pake gerakan pramuka”

Nanang lagi : “Terus itu yang paling ujung, kamu sadar gak sih sepanjang kamu tampil mic kamu kebalik?”

Deni : “Selamat kalian lolos, babak selanjutnya 4 hari lagi”

Teh Oca : "Kalian tuh gemesin tau ga" “Oh iya, gausah bikin pm, jangan suka riya deh jadi orang”

Mas wahyu : “Jangan lupa bc in in saya ya”

Entah apa yang harus mereka ucapkan kepada juri, The Amanats speechless dibuatnya. Aep dan kawan-kawan, mereka langsung sujud syukur, saling berpelukan, baju dipilokan kayak anak sma baru lulus. “Alhamdulillah gais{}” ujar Aep kepada rekannya dengan mata berkaca-kaca. Namun mereka masih harus terus berlatih, ini hanyalah awal dari pertarungan yang sesungguhnya.

Beberapa saat kemudian, The Garongs keluar dengan begitu loba gaya, dengan sombongnya Agan sang kapten The Garongs berbisik kepada Aep, “Hampura kita lolos dengan predikat sempurna, calon juara hehe”. 

Tentu saja Aep merasa kesal, Aep pun mematahkan pensil paberkastel kesayangannya, kemudian digayem hingga tak tersisa. Anggota lain bertanya-tanya, “Kunaon ep” “Nyarita atuh sateh jangan kayak perempuan diem terus” “Ep pangmeulikeun nasi kuning jig lapar” “Si Agan ngomong naon ep??”

Aep berusaha menenangkan diri terlebih dahulu, Rahmat nyanyiin lagu ada apa denganmu, Maman dan Arpan duet lagu let her go. “Man beliin es kelapa gih biar Aep mendingan” suruh Rahmat kepada Maman sambil nyelipin uang 2 ribu.

M : “Atuh kurang”

R : “Bilangin we ke si emangnya buat masyarakat kelas bawah korban banjir bandang, bakal diskon”

M : “Siap”

Tak lama kemudian Rahmat datang membawa segelas es kelapa muda segar nan menggugah selera, Arpan ngacai da kabita. Aep pun disuapin sama Maman, Rahmat dan Arpan mencetan dari belakang.

M : “Gimana ep udah mendingan?”

Aep : “Alhamdulillah, nuhun brad”

M : “Siap namanya juga sahabat, harus menolong teman yang sedang ngedown”

Aep : “Mantap kalian, love you guys”

R : “Btw hutang urang nukamari lunas nyak”

Dengan tenang Aep menceritakan apa yang dikatakan Agan kepadanya. Anggota yang lain pun akhirnya mengerti, kecuali Arpan yang masih kabita sama es kelapa muda. Tak mau mematahkan semangat Aep, Rahmat memprolamasikan sebuah quotes dari CR7 alias Ceu Romlah 7. “Your love makes me strong, your hate makes me unstoppable”.

Aep terpesona dan merasa termotivasi, akhirnya dia pun mendapatkan kembali semangat juangnya, dia mendapatkan kembali jalan ninjanya. Tak mau semakin jauh tertinggal oleh The Garongs, The Amanats segera menuju sanggar tari unutk latihan koreografi. The Amanats berencana melakukan latihan koreografi demi meningkatkan performa agar lebih menakjubkan serta memukau juri, termasuk kamu.

Namun, The Amanats masih saja tertimpa kesialan, mungkin ini yang dinamakan KMBM (Kurang Memberi Banyak Maunya). Ada yang masih ingat kesialan apa yang terakhir terjadi pada The Amanats saat akan latihan koreografi?

Lupa kah kalian?

Aslina kalian udah lupa?:((

Tega ih

KZL

Kita putus aja </3

:’(

Diceritakan saat itu tangan Rahmat yang begitu indah, menggoda, namun banyak luka goresan kater itu terkena zat paling berbahaya kedua setelah zat tuh cinta. Ya, tangan Rahmat terkena daki sela-sela pegunungan zimbabwe, serta daki tugu selamat datang, if u know what I mean. 

Rahmat bergegas mencari pertolongan pertama ke warung terdekat buat beli sabun kaktol yang katanya 99,9% dapat membunuh kuman. Untungnya didekat sana ada warung yang cukup besar serta halamannya luas, lumayan lah buat ngajak kamu kukurilingan sambil nyanyi lagu india mah, eh naon. Namun, saat yang punya warung keluar muncul seseorang dengan sinar yang membuat mata tak kuasa menahan pandangan.

Semakin lama sinar tersebut semakin terang, mungkinkah ini cahaya dari surga? mungkin ini adalah salah satu fenomena alam yang hanya terjadi 1,5 juta abad sekali? atau mungkin, ini adalah ulah KPI yang suka main nyensor aja? Kalian ngga penasaran gitu? Mau tau ga?

Ah, ternyata ini adalah......

.
.
.
.
.

Ini adalah........

.
.
.
.
.
.
.

Jodoh Rahmat.

Wajahnya begitu elok dengan jilbab brand terkenal rabbana, sling bag gambar kaligrafi, dari luar saja terlihat bahwa wanita ini begitu islami. “Cuy balem” ujar Maman yang tak kuasa menahan bau baham Rahmat. Rahmat nampak jatuh cinta, dia berbalik kemudian bertanya kepada teman-temannya. “Aing udah hensem can?”

“Haseum bro” 

“You look so sexy” 

“Hinyai ih kayak gorengan expired”

Dengan pedenya Rahmat pun mendekati wanita tersebut, sontak saja sang wanita berkata “bukan muhrim”. “Eh iya” Rahmat pun mundur 3 langkah, kemudian mengambil sikap sempurna. Aep pun bertanya “Bapaknya ada?”

“Emang kenapa?”

“Ada yang mau minta doa restu tuh” nyuntrungkeun Rahmat hingga dia terjatuh dan bared disekujur tarangnya. 

Wanita itu pun tersipu malu, “Ah kamu bisa aja” lalu Rahmat diciduhan, dipasangin plester di tarangnya yang bared itu.

M : “Makasih loh”

X : “Semuanya jadi 15 ribu”

M : “Kirain gratis hehe” 

X : “Boleh asal hafal surat al balqarah”

Beruntungnya, Rahmat merupakan lelaki berlatar belakang keluarga islami sehingga dia hafal surat al baqarah. Tentu saja wanita tersebut pun terpesona, cinta pada hafalan surat kedua. Mungkin ini yang dimakan rezeki anak soleh, meskipun Rahmat anaknya haji aceng.

Rahmat malah jadi keasyikan ngobrol sama wanita tersebut, teman-temannya pun diacuhkan. Hingga tak terasa hari sudah malam, latihan pun teu jadi. Aep, Maman, dan Arpan masang tenda di sisi jalan, nampaknya mereka harus menginap demi menjaga perasaan Rahmat. Tak lupa didepan tenda mereka menyimpan dus bertuliskan “korban bencana teman”, maklum sebagai lelaki berjiwa bisnis tinggi selalu memanfaatkan waktu untuk mencari rezeki.

Keesokan harinya, muncul sesosok makhluk berwajah agak tampan yang begitu berseri-seri. “Bangun daks, hayu latihan” teriak Rahmat kepada kawan-kawannya yang tengah tertidur lelap. Sontak saja mereka ngagurubug dikarenakan otak tak siap menerima getaran tiba-tiba, Arpan nguliat, Maman gagaro *tuuutt* kelek.

Aep : “Cieeeee nikah” ledek Aep pada Rahmat

A : “Kiwww jadi kapan nih punya anak”

M : “Nanti anaknya dikasih nama Maman yah biar ganteng kayak aing”

Aep : “Apa ai kalian, baru juga kenalan hehe”

Mereka pun bergegas pergi ke mushola terdekat untuk mensucikan diri serta melaksanakan tradisi mandi oray, dilanjutkan dengan sarapan kupat tahu sepiring berempat serta nyanyi mars The Amanats. Setelah selesai dan raga telah berkata  “hayu indit ah rek naon deui”, The Amanats hangout ke sanggar tari.

Aep tak kuasa menahan diri ketika sesampainya disana yang ternyata terdapat banyak teteh kuliahan lagi latihan nari. Disinilah momen dimana The Amanats merasa jadi dedek gemez, mereka mencari sang pemilik sanggar. Dijumpailah salah seorang teteh kuliahan, Aep bertanya namun tak dijawab. “Gila sombong sekali para wanita ini” dalam hatinya Aep berbicara.

“Aku hafal surat al baqarah” dengan tenangnya Rahmat berkata. Seketika para teteh kuliahan menatap wajah Rahmat, tiba-tiba wajahnya terlihat bersinar. Nampaknya mereka pun jatuh cinta pada hafalan surat kedua. Setelah mengobrol ini itu dengan salah satu teteh kuliahan tadi, selfie sana sini, nari tor tor 8 balikan, ulangan fisika 400 soal, akhirnya Rahmat mendapat info pemilik sanggar tersebut.

“Oh saya sendiri dek” ujar teteh kuliahan tadi. Anjis naha coba ngga daritadi ngomongna, dasar wanita. Tanpa basa-basi Rahmat maksud kedatangannya bersama the Amanats tidak lain dan tidak bukan ialah untuk minta sumbangan. Eh ngga, bukan, tentu saja untuk minta dibuatkan koreografi agar terciptanya boyband yang kekinian dan berjiwa nasionalisme tinggi tanpa dibumbui kebohongan sinetron di televisi.

Teteh : “Boleh, tapi kalo diliat-liat wajah kalian sama ya”

A : “Maksudnya sama ganteng teh?”

Teteh : “Sama ini” menunjukkan foto primata khas daerah sana.

Aep : “Ah teteh bisa aja hehe” merangkul personil yang lain, kemudian menitihkan cai soca, banjir.

Dengan semangat juang yang tinggi, The Amanats mengikuti setiap instruksi dari coach teteh kuliahan. Tanpa lelah mereka berlatih hingga lupa bahwasannya harjomnas tinggal beberapa hari lagi, ada meren 5 hari lagi mah, gatau 6 ketang. Tapi dont worry anjis kan bisa dispen, huhuy. Disaat itu pula wanita penjaga hati warung kemarin datang, "teh, ini bekel dari mamah" sembari memberikan minum serta cemilan goreng batu alam, ngga ketang, goreng pisang. 

X : "Eh kamu yang kemarin ya, jangan godain teteh aku soalnya pernah dapet medali emas cabor matahin perasaan seseorang"

M : "Eh kamu juga, iya gaakan ko tenang aja hehe" 

X : "Duluan ya.. dah"

Ternyata, wanita tersebut merupakan adiknya si teteh sanggar tari, betapa senangnya hari Rahmat mengetahui hal tersebut. Rahmat pun semakin giat untuk berlatih. bahkan dia sempat berpikir untuk ngekos disini, namun Rahmat kembali teringat pesan orangtuanya bahwasannya jangan sampai masa depan hancur gara-gara seorang wanita. Ya, Rahmat pun mengurungkan niatnya ngekos dan kembali fokus latihan.

Hari pertama mereka gerakannya udah mulai lancar, cuman itu si Arpan masih aja ada gerakan pramukanya, tiap ada yang niup piriwit disangkanya sandi morse, padahal kan didepan lagi ada polisi hajat markirin tamu. Tak henti-hentinya Aep memberikan semangat kepada teman seperjuangannya, Rahmat pun tak lupa memanjatkan doa agar senantiasa diberikan kelancaran dalam membina boyband yang hakiki. Maman dan Arpan ikut termotivasi.

Disela-sela istirahat latihan, Aep curhat sama Rahmat yang lagi ngorong enak.

Aep : “Mat, aing boleh jujur ga?”

R : “Anjis jangan bilang kamu mau nembak aing” bari nyusutin korong berdiameter 6 cm

Aep : “Bukan, ini perihal Irpan” mau nyusutin balik korong tadi tapi pageuh

R : “Maksudnya?”

Aep : “Sebenarnya Irpan yang bersama kita sekarang palsu”

R : “APAAAA??!!!”  

Aep : “Gandeng ih isia” nakol Rahmat pake catut jumbo

Rahmat pun heran, mengapa Aep tak jujur sendari dulu. Namun Rahmat dapat mengerti keadaan saat ini memang bukan saat yang tepat untuk ngagulung si Aep karena telah menyebarkan kebohongan yang manis tapi palsu ini. Aep meminta Rahmat untuk merahasiakan ini semua, Rahmat setuju da di iming-imingi kuota 28GB. 

Tapi jika disidik-sidik mah Arpan emang mirip sekali sama Irpan, buktinya sampai saat ini tidak ada yang menyadari bahwasannya Irpan yang ini palsu,  gatau emang anggota lainnya yang baralegug. Rencananya Aep akan memberitahukan rahasia ini kepada semuanya jika sudah saatnya tiba, biar kayak sinetron gitu. 

3 hari berlalu dan The Amanats telah siap dengan skill barunya dalam bidang koreografi, optimis dapat memikat juri, dan semoga aja dapat memikat hati kamu hehe. Kali ini adalah babak penyisihan, memperebutkan 20  tempat dari 50 boyband yang kemarin lolos audisi. Seperti biasanya, The Garongs selalu merasa berada 12,45 langkah didepan The Amanats, mun dalam perbandingan mah sekitar 1 : 14,5. The Garongs menang statistik, The Amanats berharap menang banyak.

Kampretnya, The Garongs lolos babak penyisihan, lolos dengan mulus kek paha aura kasih. The Amanats masih harus berjuang karena ternyata ada lawan yang seimbang dengan The Amanats yakni The Papadons. 

Mas Nanang : "Ya, kami sudah mempertimbangkan hasilnya"

Aep : "Berapa kilo mas?"

Mas Nanang : "67 kilo mas" "Eh naon"

Teh Oca : "Jadi yang kami pilih antara The Amanats dan The Papadons adalah..."

.
.
.
.
.
.

Kang Deni : "Adalah..."

.
.
.
.

Mas Wahyu : "Adalah...."

.
.
.

Willy Wonka : "Adalah...."

.
.
.

James Bond : "Adalah...."
.
.


"Banyak bacot kalian bangs*t!" teriak salah satu personil The Papadons yang kelihatan sangat kesal. Seketika suasana menjadi hening, para juri pun kaget, hansip berdatangan, awak media bersiap merekam, penonton mebuat pagar betis, hujan turun, jemuran lupa belum dijaitan.

Beruntungnya nasib The Amanats, mereka berhak melaju ke babak selanjutnya dikarenakan The Papadons didegradasi akibat mencela juri dengan perkataan tidak terpuji. Suasana semakin tegang dikarenakan didepan panggung penonton mulai rusuh akibat saling tinggang sepatu caterpillar.

Next round, 20 boyband akan bersaing secara ketat, seketat legging ibu-ibu voli, dalam battle round. Dalam babak ini para peserta dibagi menjadi 5 tim. Tiap tim harus bertarung untuk bisa lanjut ke babak selanjutnya yakni babak perempat sehat lima sempurna. Asa gancang ya udah perempat final lagi, tapi padahal mah gimana aku we.

The Amanats sempat minder dikarenakan boyband yang lain mah pada bawa suporter, sanak family, ibu-ibu pejabat, serta restu orang tua. Betapa terkejutnya The Amanats ketika teteh sanggar tari membawa barudaknya untuk menyemangati mereka, dan yang paling membuat semangat adalah hadirnya sang pujaan hati Rahmat dengan spanduk bekas kampanye partai golbar. Hal ini tentu saja menambah semangat juang The Amanats da pada bening gini atuh euy suporternya juga, bak ley mineurals yang ada manis-manisnya gitu. Terutama Rahmat, yang lagi on fire tea.

The Garongs rada sirik dikarenakan suporter mereka mayoritas adalah anak smp alay yang sekali foto bisa 1200 foto. Untuk pertama kalinya The Amanats merasa unggul setengah langkah dari The Garongs, meski hanya dalam urusan suporter.

"Anjis barudak eta bisaan"

"Huuh euy, curiga pake jin ifritz"

"Emang edan sih barudak eta mah"

The Amanats tengah berada diatas awan, rada handap dikit da soalnya lagi hujan guguludugan. The Amanats berada di tim Mas Nanang, sedangkan The Garongs tim Mas Deni. Sengaja dipisahin biar kalian semua tau gimana rasanya ldr itu gimana, ngga ketang. Biar seru guys, semoga aja bisa ketemu difinal.

Mas Nanang terkenal sebagai mentor yang cukup tegas namun rada lemot perihal berbicara serta loba mikir dikit rindunya. Jiga dilihat dari boyband lain yang satu tim dengan The Amanats, nampaknya semua cukup sama goreng patutnya. Ngga ketang, sama skill dan kemampuannya. Namun, Mas Nanang tampak kurang berkenan dengan wajah Maman yang kebanyakan manyun manja ga penting, semacam risih lah, lebih keras laginya mah  mas Nanang sareukseuk dibuatnya.

Berbeda dengan The Amanats yang harus bersusah payah bersaing dengan rekan setimnya, The Garongs nampak ringan tanpa beban dengan lawan se tim mereka. Mereka tak pernah merasa kesulitan berhadapan dengan boyband manapun, bagi mereka boyband lain hanyalah tikus-tikus kecil yang berponi manja.

Bagaimanakah kelanjutan cerita dari Kisah Cinta Aep ini? akankah The Amanats berhasil menjuarai The Boyband Championship ini? atau The Garongs lah yang berhak menjadi kampiun terus masuk koran tribun jabar? atau mungkin, kangen band bakalan rilis lagu baru buat mengisi hari-hari kalian yang semu? tunggu saja episode berikutnya guys:(.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment