TEMAN

Teman itu sebenarnya apa sih, darimana asalnya, kenapa bisa disebut teman, kenapa kalau minjem duit suka susah bayar. Katanya teman, tapi giliran ada kesusahan malah dikasih kepuasan. "Mangga mamam" "puas anjir". Katanya teman, tapi paling gabisa kalau temannya jadian.


Jika begitu caranya, untuk apa orang itu disebut teman? Untuk membuktikan bahwa karakter musuh dalam selimut di sinetron kebanyakan itu memang kenyataan? Untuk apa disebut teman jika prilakunya tidak mencerminkan orang tersebut pantas disebut teman? Kenapa mereka suka tiba-tiba terkena gangguan pendengaran saat ulangan?

Memang tidak semua teman berprilaku demikian, ada pula teman yang begitu dermawan. Sebut saja namanya wawan. Wawan adalah pria idaman yang mempunyai banyak teman, hidup mapan dengan penuh kesederhanaan. Banyak yang bilang bahwa wawan ini kegantengan, namun wawan tetap bersyukur dengan apa yang telah tuhan berikan. Orang tua wawan selalu berpesan agar senantiasa belajar dengan penuh kesungguhan.

Wawan ini identik dengan gaya bicaranya yang sopan, belum lagi senyumnya yang mampu menggoda para akhwat bahkan ikhwan. Sudah sudah, segitu saja tentang wawan, takutnya kalian terpikat terus ngajak wawan ke pelaminan.

Teman itu ada banyak jenisnya, ada teman yang setia kawan, ada teman yang ternyata lawan, ada teman yang suka moyokan tapi setia kawan. Ada pula satu genre teman yang hanya terjadi pada lawan jenis saja, piraku aja sama sesama mah, yaitu teman yang suka tiba-tiba bogoh terus jadian. Katanya sih atas dasar kenyamanan dan kesempurnaan perasaan diantara mereka duaan, tapi apa memang benar demikian?

Ah bicara masalah perasaan memang sulit untuk diselesaikan, tiap postingan aya we perasaan yang ingin dicurahkan kepada kalian, kawan.

Ada teman yang bak malaikat seakan-akan kehadiran dirinya terlalu berharga untuk dilewatkan. Saya sih menyembutnya me-ranger putih kan diri, soalnya ranger putih kan suka muncul sebagai penyelamat disaat keadaan tidak menguntungkan. Aaaaa kangen nonton power ranger yang cuman satu episode saminggu sakali:'(

Terus ada teman yang banyak hatersnya, katanya sih banyak gaya gitu, tiap ulangan ngga diremed suka selebrasi. Wajar sih ya padahalmah, tapi da ah namanya juga manusia, kalian semua suci aku penuh dosa:(. Menurut saya sih orang yang paling loba gaya mah mas anang, ngomongnya suka halarese gitu gening "kalauu menurut akuuu sihh....", keburu si dia jadian sama ketua geng kobra.

Kemudian teman yang datang pas ada butuhnya aja, laksana babon liar yang bebas datang dan pergi sesuka hati. Dalam sekejap datang, dalam sekejap pula uang hilang, dianya pun menghilang. Kadang suka ingin noel tarangnya pake bor, agar tau apasih yang sebenarnya dia pikirkan sehingga berprilaku tidak senonoh seperti itu.

Bahkan ada juga teman yang hidupnya ngga pernah susah, terkesan sederhana namun jarang ada problematika. Ngga kayak saya yang tiap hari ada we yang membuat hati ini gundah gulana kopi torabika:( Sempat saya berfikir bahwa dia ini semacam utusan dewa atau semacamnya, siluman selang pianika mungkin. Tapi ya mau apa dikata, nampaknya dia lebih menikmati hidup daripada meratapi hidup, quotes of the day. Y X G Q.

Saya punya banyak teman, tapi teuing menurut merekanya mah menganggap saya teman atau bukan. Diantara banyak teman tersebut, ada yang benar-benar seorang teman alias true friend gitu, kalau dalam pelajaran fisika mah namanya teh inti pembelajaran. Bedanya dari teman biasa sih ya lebih mengerti dengan apa yang kita pikirkan, satu jalan satu tujuan, tapi jangan satu perasaan we anjir jangan. Lawan jenis mah boleh asal mun udahan jangan musuhan, seperti kisah cinta kebanyakan.

Ai saling moyokan mah udah biasa lah nya namanya juga masa muda yang penuh dengan canda tawa derita nestapa muram durja, masa iya dihabiskan dengan hanya belajar fisika, matematika dan berbagai mata pelajaran yang lainnya. Kan enak kalau suatu saat nanti pas kita udah punya incu, terus nostalgia jaman SMA, bercerita tentang masa muda yang penuh dengan peristiwa yang tak enak dirasakan tapi membuat tertawa saat diceritakan.

Pertemanan hanya sekedar pertemanan, tapi jangan berteman sekedarnya. Begitu kira-kira kata dari mas mpik mah, si manusia terkalem se bima saktieun.

No comments:

Post a Comment