KISAH CINTA AEP : EPISODE 7

ROAD TO THE BOYBAND CHAMPIONSHIP



Empat belas tahun berlalu, Kisah Cinta Aep Episode 7 tak kunjung update juga. Hoream guys hampura:(.


Ngga kerasa ya, udah 3 bulan ini Kisah Cinta Aep digantung, sugan ada kabar mau update, eh da ngga ada. Sempat terlintas dibenak tetangga saya, ah udahlah gausah update, emang ada yang peduli gitu? ada yang baca? ada yang suka sama cerita ini? ada yang suka sama yang nulis cerita ini?

Tapi, ulah kitu, hidup itu harus optimis. Setelah dipikirkan kembali, heeh oge sih, carita ieu gaada yang baca, malahan urang sendiri yang bolak-balik macaan hingga viewersnya mencapai 200, sedih ginilah. Dan buat kalian yang udah liat link blog ini tapi ngga dibuka, cik atulah buka bentar mah da gaakan nguras kuota, nguras perasaan mah iya. 

4 jam berada didepan laptop, urang bingung kelanjutan ceritanya mau gimana ya, ko gelap terus. Eh 6 jam kemudian baru sadar, inimah radio, bukan laptop, pantes ngga hurung:(. Setan, meni ngga ada yang ngabejaan, kalian mah jahat. Urang jadi aral, kemudian buka yutub, liat video klip xo-ix, dan BOOM! Urang jadi teringat kembali jalan cerita Kisah Cinta Aep ini, baiklah, guys, ini dia.

Kesempurnaan bukanlah hal yang mudah untuk dicapai, sebagaimana yang dialami oleh The Amanats yang sedang berusaha untuk mencapai performa terbaiknya dalam target menjuarai The Boyband Championship. Arpan, tersangka Irpan gadungan perlahan mulai menunjukan dedikasinya untuk The Amanats, dia terus berusaha untuk menampilkan yang terbaik.

Aep, terduga kapten The Amanats mulai mendapatkan kepercayaan dirinya, mulai wani, sehingga dia saat ini rutin pake krim siang dan malam, biar wajahnya bersinar. Untuk Maman, rasanya tidak ada yang bisa diragukan dari kemampuannya, juara 1 lomba vokal anak-anak, ditambah runner up khotbah terbaik se kabupaten maroko, menjadi pertanda bahwa The Garongs harus mewaspadai pria yang satu ini.

Sementara Rahmat, sedang dirundung kegalauan, berhubung sang gebetan yang namanya tidak boleh disebutkan, Santi, dibakarkan dikabarkan nikah muda. Tiap hari selalu terbayang wajah Santi yang kadang suka diam-diam ngorong lalu disusutkeun ke tonggong Rahmat, Rahmat terbayang bitis Santi yang segitu badagnya, haryono juga kalah. Bahkan, Rahmat teringat kado ulangtahun dari Santi tahun lalu, sebuah batu alam berbentuk hati dan diukir tulisan "I love u".

"Calm down, kita bakal selalu ada buat elo" Aep, Maman, dan Arpan memeluk Rahmat dengan erat, kemudian mengusap air matanya.

"Saria mah homo!" sambil ninggang mereka bertiga pake sound system.

Percayalah guys, level tertinggi dari persahabatan yaitu dianggap homo. Indahnya persahabatan, dikala ada wanita yang tiba-tiba selingkuh, sahabat selalu ada untuk kita, buat nyurakan "Hakan!".

Meski dirundung kegalauan, Rahmat ngga mau egois, dia mau tetap fokus bersama The Amanats untuk menjuarai TBC. Semangat juang yang begitu tinggi dan menggebu-gebu, membuat hati Rahmat menjadi sekeras batu, sekuat rindu, sedingin kamu. 

Aep mendapat sebuah pesan singkat dari panitia TBC, katanya, kapan mau bayar uang kas. Maaf, itumah dari bendahara kelas.

"Mas, mohon segera daftar ulang The Boyband Championship atau ngga barudak kamu dikutuk jadi hadiah ciki jaguar. Makasih."

"Eh iya, sekalian sama uang pendaftaran, teu meunang ngahutang, kasbon boleh."

"Satu lagi, kalau mau kesini, jangan bawa keluarga, kamu pikir ini tempat rekreasi."

"Ini mama, tolong isiin pulsa yang 5 juta, 6 abad kedepan mama ganti."

Panitia tersebut terus-terusan ngesms Aep hingga membuat Aep kesal dan mengancam akan jadi vokalis green day kalau masih aja mengganggu kehidupannya. Berhubung hari itu telah menunjukkan pukul 11 malam lebih 43 detik, The Amanats akan daftar ulang keesokan harinya, sekalian mau latihan koreo disanggar tari.

Pukul 6 pagi, Aep dan kawan-kawan bersiap untuk berangkat daftar ulang. Tadinya mau naik mobil pribadi, tapi pribadinya lagi ngga ada, terpaksa naik angkutan umum. Lokasi daftar ulang cukup jauh, sekitar 5 kilometer dari arah barat daya jatinangor, dekat sanggar tari sumber ayu, yang merupakan tujuan kedua setelah daftar ulang.

5 menit berada didalam angkot membuat Aep merasa mual, maklum ini pertama kalinya Aep naik angkutan umum, biasanya mah naik mobil pribadi, meski hati inginnya naik haji. Ditambah disamping Aep ada pasangan yang lagi bermesraan, pegangan tangan, berpelukan, hamil duluan. Itu semua membuat Aep semakin tidak nyaman, meski personil lain mencoba untuk menguatkan, apadaya sarapan tadi pagi pun termuntahkan, iwhh.

Setelah perjuangan keras yang tak terelakkan, The Amanats berhasil mencapai tujuan, alhamdulillah. Tak mau berlama-lama lagi, mereka segera menuju tempat pendaftaran. Namun, mereka dirundung kebingungan dikarenakan panitia TBC tidak mencantumkan tempatnya disebelah mana. Kampretnya panitia ngga bisa dihubungi, udahmah pake ringtone lagu dangdut, ih, nya enakeun. Mau nanya, wajahnya ngga ada yang bisa dipercaya, sekalinya nanya, cuman di R doang. Warga sana memang terkenal dengan cuek nya, bahkan katanya lebih cuek dari dia, ih amit-amit.

Aep dan kawan-kawan terus mencari dan mencari, berharap tempat pendaftaran tiba-tiba muncul didepan pandangan. Tapi tetap saja, daerah ini luas, saking luasnya ngebangun 50 stadion juga masih nyisa banyak, masih bisa dipake ngebangun rumah tangga sama kamu.

*tenonetnetnet* *tenonenonet* *tenonetnetnet* *tenonenonet* *susumurninasional*

Hp Aep berdering, menandakan ada sebuah panggilan masuk, nya enya:(. Ternyata itu dari panitia TBC, dengan sigap Aep pun mengangkatnya. Namun, sebelum sempat mengucapkan sepatah kata, Maman merebut hp tersebut, "biar ku aing".

Maman : "Hallo, assalamualaikum"

Panitai : "Waalaikumsalam, ada apa ya?"

Maman : "Plis jangan becanda terus, aku cape."

Panitai : "Iya maaf"

Hp itupun direbut oleh Rahmat yang daritadi tak kuasa menahan amarahnya. "Eh kampret, denger ya.." sebelum sempat menyelesaikan kekesalannya hp itu direbut sama Arpan.

Arpan : "Kamu dimana?" "Dengan siapa?" "Semalam berbuat apa?"

Panitai : "Aku dibelakang kalian, bego."

Mereka semua berbalik badan, dan ternyata..... tidak ada apa-apa. Aep merebut kembali hp tersebut.

Aep : "Baleg ih, kesel da sama kamu!"

Panitai : "Kalian muternya kebanyakan, bego" "sekali aja"

Mereka mencoba kembali dan ternyata secara misterius ada tempat pendaftaran The Boyband Championship, mungkin ini yang dinamakan ada tempat pendaftaran dibalik batu. Dihampirilah tempat tersebut, dengan agak menggebrak meja, Aep selaku kapten The Amanats memulai pendaftaran ulang secara khidmat dan diikuti oleh 3 orang anggotanya.

Alhamdulillah, hanya dengan 5 menit saja proses daftar ulang telah selesai, bentar banget ya, ngga seperti nyari tempat daftarnya, ngga seperti usaha aku untuk mendapatkan kamu, perlu waktu.

Daftar ulang TBC udah, sekarang tinggal daftar ulang untuk jadi pacar kamu, iya kamu. Oke, sekarang saatnya latihan koreografi di seberang tempat pendaftaran ini, gampanglah. Tapi sebelumnya, kalian tau ga apa itu koreografi? itu gening yang suka jadi hiasan didinding mesjid. Ngga ketang, jadi guys,sejujurnya koreografi itu gatau apa, cuman biar keren we atuh:(.

Ramainya lalu lintas membuat The Amanats merasa takut untuk menyebrang, mereka sangat ketakutan. Beruntungnya ada satpam tukang nyebrangin anak sekolah, tapi setelah diselidiki lebih lanjut ternyata ada gerak-gerik mencurigakan dari satpam tersebut. Ketika diamati secara seksama oleh The Amanats, satpam tersebut melakukan tindakan yang kurang pantas, tidak senonoh, atau lebih tepatnya tidak seventeennonoh.

Ada yang tau kenapa? Jadi gini guys, jujur urang selaku penulis cerita ini berharap kejadian seperti ini tidak akan pernah terjadi pada urang khususnya, buat kalian mah sok aja bisi mau. Awalnya satpam tersebut berdiam diri di pos satpamnya, sambil baca koran minum kukubisma enerjih, Sosroh!. 5 menit kemudian, terlihat ada getaran hasrat ingin gagaro yang bergelora. Tau darimana? entahlah guys, jalan pikiran seorang satpam memang sulit untuk ditebak.

3 jari mulai memasuki celana, raut wajah yang tadinya serius membaca koran, berubah menjadi raut wajah keenakan, lantas apakah yang sedang sang satpam lakukan? Demi dewa, satpam tersebut lagi gagaro bottom! Aep dan kawan-kawan begitu ketakutan, warga sekitar histeris. Melihat 4 orang lelaki sedang dipinggir jalan, satpam tersebut tiba-tiba menghampiri mereka, dengan tatapan tajam langkah demi langkah sang satpam berjalan, dengan tangan masih terselipkan didalam celana yang tadinya dari belakang kini berpindah kearah depan, Rahmat sesak nafas.

Perlu kalian ketahui duhai kawan, Rahmat begitu takut karena dahulu kala dia pernah ditinggang sama satpam karena mengingatkan gagaro bottom or area depan itu not good for healthy. Sehingga, tiap kali melihat satpam yang gagaro bottom membuat Rahmat teringat kembali kejadian tersebut.

Ketika berada didepan Aep dan kawan-kawan, sang satpam menatap tajam, lalu mengeluarkan tangannya yang dari tadi terselip dicelana bagian belakang dan depan. Sang satpam mengambil peluitnya, kemudian ditiup dengan kencang. Tiba-tiba lalu lintas pun berhenti, Aep kagum. Diraihlah tangan Aep dan Rahmat, dituntunnya mereka kesebrang jalan, Maman dan Irpan mengikuti dari belakang.

Sesampainya disebrang, satpam itu berkata "Keselamatan penyebrang adalah prioritas utama kami, selamat melanjutkan perjalanan anda." kemudian mereka berempat di sun kening, sang satpam kembali ke singgahsananya, Maman minta pulsa tapi ngga dikasih.

Darisitulah Rahmat sadar, bahwa tidak semua satpam yang gagaro bottom itu jahat, contohnya satpam barusan. Rahmat terharu hingga matanya berkaca-kaca, dia mengusap air matanya. Namun, ketika mengusap air mata, ada bau-bau misterius yang terdeteksi oleh indra penciumannya. Dalam hatinya berkata, "mungkinkah ini?!". "Tidaaaaaaakkkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" Rahmat berteriak dengan kencang, mebuat suasana menjadi gempar, tukang angkot tiba-tiba menghampiri, "ojeg a?". "Apan emang mah tukang angkot" jawab Arpan, "Eh enya" merasa malu, tukang angkot itu pun berlalu.

"Kamu kenapa mat?" "Plis cerita sama kita" "Iya mat, ayo cerita atuh bagong" tanya Aep, Maman dan Arpan kepada Rahmat yang menangis dipinggir jalan sambil murungkut, suhu tubuh meningkat.

"TANGAN URANG BAU BOTTOM:''''''(((((((((((" *EMOTCRY* *HAMPURACAPSLOCK*

Seketika Aep, Maman dan Arpan menjauh, kemudian meyarankan Rahmat untuk mengamputasi tangannya. Rahmat menolak, kemudian minta duit buat beli sabun dentol, yang 99,9% membersihkan kuman. Rupanya bau tersebut berasal dari tangan satpam tadi, sial, mereka lengah.

Mereka beli sabun di warung terdekat, tidak jauh dari dari tempat kejadian perkara, berada pada radius 2 meter. "Punteuunnnnnnn" ujar Rahmat didepan warung tersebut. Muncul seorang wanita berhijab rabbana, slingbag motif kaligrafi. Ketika tepat berada didepan Rahmat, uh, Rahmat sungguh terpesona dengan wanita tersebut, so beautiful.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment