KISAH CINTA AEP : EPISODE 6
BERSATU KITA TEGUH, BERCERAI? NYA PIRAKU ATUH

Yo whats up brada, gansta, and sista sekalian! Bertemu kembali bersama urang di Kisah Cinta Aep Episode 6, kiwwwww....
udah episode 6 lagi nih qaqa, atuh kapan tamatnya, kapan beresnya, kapan punya pacarnya nya. Tapi mau apa dikata, masa iya urang meninggalkan cerita yang selama ini urang tulis dengan rasa hoream dicampur rasa ingin memiliki yang begitu luar biasa.
The Amanats! boyband lokal karya anak bangsa ini bercita-cita untuk go internasional, pengen nyaingin 1D sama boyband korea kebanyakan. Padahal baru punya 2 single juga udah belagu gini lah, abong budak nya, ih amit-amit:(. Berhubung nyaingin 1D mah jauh teuing, mereka pun beralih akan menyaingi saingan boyband didaerah setempat.
Ada satu boyband yang pamornya berada sedikit lebih atas dibandingkan dengan The Amanats, ada lah saparapat mah, eh tiluparapat deh. Nama boyband itu adalah The Garongs, yang beranggotakan 4 cowok keren, muda, beda, berbadan dua. The Garongs merupakan singkatan dari nama anggotanya yaitu Agan, Roy, Nugraha, dan Gilangs. Saat ini The Garongs sudah merilis 2 album, yang pertama laku, yang kedua lebih laku karena bari dijual dedet, oleh karena itu The Garongs lebih terkenal dibandingkan dengan The Amanats, berhubung The Amanats masih terhitung boyband yang baru naik batang, belum naik daun, daun mah belum tercapai.
Ohiya, di Episode kemarin diceritakan The Amanats punya lagu baru yang diadopsi dari kisah nyata percintaan seorang Aep Saepuloh, judul laguna naonnya euy, mereka semua belum mendapatkan judul yang pas. Ada sih si Irpan ngusulin, judulnya "Fair and lovely", atuh etamah merek henbodi. Ada juga si Maman, "Don't Ghibah with Manah", emang sih rada syariah, tapi piraku eta judulna.
8 taun mikiran judul eta lagu, akhirnya management The Amanats bangkrut, lalu bubar. Hahaha, atuh teu rame nya ai gini mah. Gajadi bubar ketang, akhirnya setelah 8 tahun penantian untuk sebuah judul lagu akhirnya Aep manggihan duit dua rebu dina saku calana pramuka, yeay. Dan darisitulah inspirasi didapatkan, "Two thousand years", anjis keren banget pan.
Mendapat ide brilian tersebut, Aep segera mengumpulkan barudak The Amanats untuk voting, meskipun ngan 4 an, bermusyawarah harus tetap dilakukan karena negara ini merupakan negara demokrasi. The Amanats memegang teguh budaya demokrasi karena The Amanats merupakan boyband pertama, satu-satunya, the one and only, yang berjiwa nasionalisme.
Voting pun dimulai, Maman dan Rahmat terlihat setuju dengan judul lagu tersebut, soalnya mun teu satuju si Aep sok baeud, terus ngaduruk ban dikantor kecamatan, terus bubuligir, nyanyi lagu nenek ku pahlawanku, ngamutilasi papatong, ah sadis pokonya mah. Namun, Irpan berbeda pendapat dengan mereka bertiga, nampaknya Irpan lebih setuju jika judul lagunya sesuai dengan pendapat yang dia utarakan, "Fair and lovely". Suasana menjadi memanas, Aep merasa mempunyai hak yang lebih besar karena lirik lagu The Amanats tersebut diambil dari kisah cintanya, ditambah Aep pendiri boyband The Amanats. Dia memaksa Irpan untuk mengalah, dan dia pun mengatakan bahwa ide Irpan tidak berguna. Irpan tidak tinggal diam, tapi ngomong ge ngga, terus ngapain? ya, si Irpan ninggang kepala Aep make gapura koramil hingga Aep terjatuh dan tak bisa ganteng lagi.
Sungguh tindakan yang diluar dugaan, tanda-tanda bahwa akan terjadi perpecahan di boyband The Amanats ini. Anggota yang lain histeris, gak nyangka si Irpan mun ngambek sebegitu ganasnya, padahal dia merupakan anggota paling sabar di The Amanats. Celananya diporosotin didepan khalayak ramai, dia sabar. Beungeutnya disusutin kana aspal, dia sabar. Bujurnya digambaran saat tertidur pulas, dia sabar. Namun entah kenapa dia berubah begitu cepat, apa mungkin dia udah ngga cinta lagi, eh naon.
Si Aep mau ninggang balik, tapi ditahan sama Maman dan Rahmat, "Udah ep jangan dilawan, kamu harus ngertiin si Irpan dong, setan", ucap Maman sembari
Aep : "Udah dong" ucapnya kepada Maman,
Maman : "Hehe sori lur euy terbawa suasana. enak nya?"
Aep : "Sarap wae ah sia mah, enak sih"
Maman : "Aisia" melanjutkan kembali usapannya ke dada Aep.
Setelah kejadian itu, Irpan pergi meninggalkan mereka semua, tapi Irpan lupa, dia kesana nebeng kana motor si Aep, jadi we pulangnya nangkel dina bemper tukang angkot, biar ngga mayar. Aep, Maman, dan Rahmat sangat menyayangkan keputusan Irpan, mungkin ini yang dinamakan "akunya sayang eh kamunya ngga". Semenjak kejadian itu pula, Irpan jadi jarang kumpul sama The Amanats, susah untuk dihubungi, apalagi diinjeum duit, susah pisan.
Aep merasa bersalah karena telah mengatakan hal itu kepada Irpan, Maman dan Rahmat pun turut menyalahkan Aep karena perbuatannya yang tidak berprikesahabatan serta berprikeboybandnan. Aep menyesal, dia mengaku khilaf, kalepasan jurig, berharap dia bisa bertemu dengan Irpan dan meminta maaf kepadanya.
Disisi lain, The Garongs kian melonjak ketenarannya dikarenakan rival barunya, The Amanats sedang berada dalam ombang-ambing kehancuran. Mereka seakan-akan tertawa diatas penderitaan The Amanats, mereka mengejek The Amanats dengan keji, dicaci maki, dicaca maka, dicucu muku, ah naon. Merasa kesal, Aep pun menantang The Garongs untuk ikut lomba The Boybands Championship (TBC) yang akan diselenggarakan 2 minggu kemudian. Dia juga menambahkan taruhan, boyband yang kalah harus bubar dan membuka praktek pijat plus plus, sungguh memalukan bila kalah.
Terbakar api cemburu, The Garongs pun menerima tantangan tersebut, dengan santai sembari makan kurupuk kulit, mereka telah siap, bahkan sangat siap untuk ikut dalam lomba tersebut. Bertolak belakang dengan The Garongs, The Amanats justru sedang dalam kesulitan, ditambah Irpan yang pergi entah kemana, membuat anggota yang lain bertanya-tanya kepada Aep, "apa kita bisa?" "yakin sia lur?" "ah aing mah teu miluan". Dengan suara berat serta mimik wajah yang meyakinkan, Aep mengatakan, "Kalem. aya aing".
Aep, Maman, dan Rahmat pun kembali fokus mencari Irpan, mau bagimanapun, The Amanats tak akan berarti tanpa Irpan. Mereka mencari-cari keberadaan serta keadaan Irpan saat ini, boa si eta bunuh diri, atau ngajual diri ka bule negro, atau mungkin prustasi kemudian terjun tina tangkal kalapa, ah semua anggota menjadi gusar, khawatir akan keadaan Irpan yang entah berada dimana, dengan siapa, semalam berbuat apa.
The Amanats menyebarkan selembaran berisi tentang berita bahwa Irpan telah menghilang, gak bisa ditemukan dimanapun, bahkan orangtuanya tidak mengakui bahwa dia adalah anak mereka, eh maksudnya tidak mengetahui keberadaannya, udah lama gak pulang. Mereka berharap ada yang mengetahui keberadaan Irpan dan menghubungi mereka. Irpan sudah tidak bisa dihubungi lagi, nomor hpnya gak aktif, pin bbm diganti, akun facebook ganti ngaran, ah gabisa dihubungi we pokonya mah.
The Amanats pun berpencar untuk mencari si Irpan, Maman nyari di Argentina, soalnya dulu Irpan pernah bilang bahwa dia ingin ninggang kepala maradona. Kemudian Rahmat, nyari didaerah Parakanmuncang sama puncak gunung Everest, da dulu Irpan pernah curhat bahwa pengen banget mandi di Parankanmuncang terus kuramas di puncak gunung Everest bari ngala daki dina kelek. Dan Aep, dia mencari ditempat-tempat yang sering dikunjungi oleh Irpan, seperti warnet, konter pulsa, pom bensin, wc mesjid, parkiran jatos, sama rest area jalan tol Uruguay.
Ditengah pencarian mereka, Aep bertemu dengan sesosok pria tanpa perhatian, apalagi status hubungan. Dari segi fisik, postur tubuhnya mirip dengan Irpan, bau awaknya pun 98% mirip, yang 1,5% bau-bau penyesalan, 0,5% bau dahdir dipagi hari, cuman rada ganteng. "Jangan-jangan dia Irpan" ucap Aep dalam hati. Tanpa berpikir panjang, apalagi berpikir untuk menikah, Aep segera menghampiri pria tersebut.
Aep : "Irpan!"
X : "Hah? siapa Irpan?"
Aep : "Anjis sia, kamana wae ai sia ih kami neneangan" sembari memeluk pria tersebut.
X: "Har aimaneh, urang mah Arpan lain Irpan, saha Irpan teu kenal, teu bogoh, teu paduli aing mah" dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan Aep lalu dihardiknya beungeut si Aep sampai tergeletak dengan wajah heran sekaligus lapar.
Aep : "Anjis piraku, maneh Irpan, urang ge nyaho"
X : "Lain aisia, aing mah Arpan, aslina" kemudian mengecup kening Aep.
Ternyata pria tersebut bernama Arpan, wajahnya yang sangat mirip dengan Irpan membuat Aep menyangka bahwa Arpan adalah Irpan, padahal bukan, Arpan hanyalah pria yang belum mapan yang ingin mempunyai istri delapan dan sampai saat ini belum kesampean.
Darisitulah ide Aep muncul, untuk menutupi kesalahannya karena masalah waktu itu yang membuat Irpan pergi, serta agar bisa mengikuti lomba untuk menantang The Garongs, Aep berencana untuk mengajak pria tadi, Arpan, agar bergabung dan berpura-pura menjadi Irpan. Tentu saja Arpan menolak, jang naon milu boyband, dahar juga susah. Aep pun mikir keras, mencari cara agar si Arpan mau untuk diajak bekerja sama.
Aep : "Kieu we, sama urang bakal ditaktir dahar unggal poe, uang jajan terjamin, bensin terjamin, tapi kabogoh mah neang sorangan, urang ge hese. Tah kumaha?" bujuknya kepada Arpan
Arpan : "Hmm mau gak ya??"
Aep : "Kudu aisia"
Arpan : "Iyadeh aing mau, asal ditambahan kartu kuota, bete udah 6 tahun bbm off"
Aep : "Eh anjis sia mah dibaikin malah ngerujak, okelah deal!"
Aep pun dengan terpaksa menerima semua permintaan dari Arpan, padahal entah boga duit darimana, yang penting barudak bisa tenang terlebih dahulu. Dijelaskanlah sifat-sifat dari seorang Irpan, cara berbicaranya, cara baranghakannya, cara Irpan ngagunting kuku, cara Irpan ditolak sebelum nembak, all about Irpan we lah, sama dicertain juga mengenai boyband nya yaitu The Amanats.
Dibawalah Arpan ke basecamp The Amanats, disana anggota yang lain terlihat masih panik akan hilangnya Irpan. "Gais, akhirnya Irpan udah kembali" dengan bangga Aep mengantarkan Arpan kepada mereka, "Asli ieu teh?! alhamdulillah! Irpan, maneh gantengan!", "Jangan pergi lagi pan, aku kangen", mereka pun berpelukan merayakan akan kehadiran seorang Irpan palsu, alias mirip Irpan, alias Arpan.
Dilaksanakanlah latihan koreografi serta latihan vokal The Amanats, menjelang pertarungan mereka diatas panggung melawan The Garongs. Sisa waktu tinggal 13 hari lagi, tapi The Amanats belum berhasil mendapatkan perpaduan yang pas, dikarenakan Irpan palsu yang masih belum bisa beradaptasi dengan orang-orang goreng patut seperti mereka. "Ayolah Pan, maneh pasti bisa!" semangat Aep kepada Irpan palsu.
Hari demi hari berlalu, dengan kerja keras yang tinggi serta kemauan yang begitu besar, The Amanats kian menujukan kualitas dari boyband mereka. Secara perlahan namun lalaunan, Irpan palsu mulai terbiasa serta mulai menguasai koregrafi serta teknik vokal yang diberikan, dia juga mulai terbiasa menghirup napas Aep yang beraneka ragam aromanya, ada aroma bawang goreng, bawang bagus, karedok leuca, ah beraneka ragam pokonamah. Meski begitu, penampilan The Amanats masih belum sempurna, masih berada dibawah The Garongs.
Akankah The Amanats berhasil menemukan performa terbaiknya, akankah The Amanats mengalahkan The Garongs di The Boyband Championship dan menjadi juara, atau bahkan The amanats malah kalah sehingga harus bubar dan membuka praktek pijat plus plus dengan tarif dibawah harga eceran tertinggi, gimana yaa.... Simak saja di Kisah Cinta Aep Episode selanjutnya.
BERSAMBUNG
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment