KEMBAR SIAL
THE INTRODUCTION

Pada jaman dahulu kala namun tidak terlalu dulu, hidup sepasang anak kembar namun beungeutnya gak pati mirip, mungkin mereka ini kembar tere. Inisial nama mereka TM = 50juta, AA = 100juta, eh naon:(.
Ah sebut saja nama mereka Oded dan Dedi, nama panjangnya Oded Abdul Jabar dan Dedi Abdul Jabar. Tapi hati-hati, "Jabar" bukanlah nama keluarga, bukan nama tetangga, bukan juga nama grup usaha ternak srigala, bukan.
Ada yang mengatakan bahwa "Jabar" adalah nama provinsi dimana mereka lahir, Jawa Barat. Namun, sumber lain mengatakan bahwa Jabar adalah singkatan dari Jalmi barokah (manusia yang penuh dengan keberkahan). Sedangkan berdasarnya penjelasan dari orangtua mereka sendiri, mereka tidak tau, mungkin mereka kalepasan jurig atau semacamnya. Ah, apalah arti sebuah nama, bila kamu tak cinta lagi.
Ohiya lads, Oded dan Dedi lahir dari sepasang suami istri bernama Bagus dan Jarkasih yang bila disingkat menjadi "Bagja", ingat mereka ini sepasang suami istri, bukan sepasang suami, ataupun sepasang istri. Bunda Jarkasih merupakan orang tua sekaligus ibu rumah tangga yang hebat, bagaimana tidak, ketika dirumah banyak seuseuhan, listrik dicabut da belum bayar wae, halaman rumah penuh dengan barangkal bangunan, geroheun satambruan, selalu kuat untuk menghadapinya, kuat ka ceurik eta bunda Jarkasih. Ada pula papa Bagus yang merupakan sosok pekerja keras, berani membanting tulang untuk menafkasi keluarganya, berani membanting risbang apabila ngadu hayam eleh wae. Papa Bagus dikenal sebagai pribadi yang friendly serta ringan tangan untuk membatu kawannya ngabangsat ke rumah tatangga, eh engga ketang.
Suatu ketika, papa Bagus mendapat ilham untuk memproduksi Oded dan Dedi dari mimpinya, ya, mimpi jima, sama aura kasih lagi. Seketika papa Bagus pun mengikuti secara step by step dari ilham tersebut. Namun ternyata Oded dan Dedi malah mirip mario maurer dicampur opi kumis, hasilnya? mantap, mereka berdua malah mirip adam lavine. Dari situlah papa Bagus sangat bersyukur, meskipun anaknya mirip batur, setidaknya bisa memperbaiki keturunan.
Seringkali orang-orang menyebut mereka dengan "Kembar Sial". Bukan karena bitis mereka badag sabeulah, bukan karena dina lutut mereka ada jerawatan, apalagi karena tiap mereka hitut jol kahuruan, bukan. Disinyalir, mereka ini mengalami yang namanya fortuneless syndrome, atau sial yang berkepanjangan, atau bisa juga goreng milik, dikit-dikit digebugan.
Bunda Jarkasih menceritakan mengapa mereka bisa mengalami syndrome tersebut, semua itu berawal ketika Oded dan Dedi masih dalam kandungan, usia kandungan saparapat taun, sok berapa cing, teung nya? enya:(. Oke itu gapenting, saat itu bunda Jarkasih lagi masak didapur, teuing masak apanya mah, nu pasti bukan lagi masak sayur bata. Tapi teman-teman sekalian ada yang mengetahui sayur apa yang selalu ditunggu-tunggu? ya, sayur mine (say u r mine).
Tak ada hujan tak ada banjir bandang, tiba-tiba ada suara ledakan terdengar dari kamar, sontak bunda Jarkasih kaget dan tak sengaja menjatuhkan beling kedalam masakannya tersebut dan segera berlari menghampiri asal suara tadi. Kela, kenapa ngejatuhin beling? sebab mun ngejatuhin hati nanti papa Bagus cemburu, lalu cerai, lalu nikah lagi, lalu punya anak, namanya Aep, goreng patut, boga boyband, atuh etamah cerita yang lain, jangan ah. Terus eta beling timana? nya teuing:(. Setelah sampai di sumber suara ledakan, ternyataaa....... itu adalah suara dari..... darii... hitut papa Bagus dikana sound sistem keun. Anjis, kirain teh apaan, hanas kesana.
Bunda Jarkasih pun kembali kedapur dan segera menyelesaikan masakannya tadi, makanan sudah siap saatnya untuk makan. Papa Bagus dengan lahapnya menyantap masakan bunda Jarkasih, hingga bunda Jarkasih tak ingin kalah dan turut mengimbangi kecepatan makan papa Bagus, sungguh rumah tangga yang penuh dengan persaingan. Saking asyiknya mereka balap makan, tak sadar bahwa makanan tadi mengandung beling, ih ngeri.
Tentu saja beling tadi masuk kedalam tubuh bunda Jarkasih yang sedang mengandung Oded dan Dedi junior, secara tidak langsung itu membuat janin ikut mengkonsumsi beling tadi. Anehnya, papa Bagus, bunda Jarkasih serta Oded and Dedi junior tidak mengalami gejala apapun, padahal udah ngadahar beling, mungkin ini adalah sebuah keajaiban, atau mungkin ini adalah pertanda bahwa mereka termasuk keturunan dewa poseidon, mungkin juga mereka ini anak didik paman herkules, ah semua masih menjadi misteri.
Secara tidak langsung, beling tersebut bereaksi dengan Oded and Dedi junior, sehingga merubah bentuk wajah mereka, mungkin ini yang dinamakan operasi beling, plastik udah berbayar. Inilah yang menyebabkan Oded dan Dedi begitu tampan, jauh dengan orang yang memproduksi mereka. Disaat itu pula, datang seorang pengamen yang sudah tua namun stylenya ala swag gitu, topi kehed, t-shirt gombrang. Berhubung lagi gaada uang receh, bunda Jarkasih mengusir pengamen tersebut.
BJ : "Punten nuju gaada uang receh"
P : "Uang gede we"
BJ : "Receh juga gaada apalagi uang gede atuh euy"
P : "Nya biasa we"
BJ : "Har aimaneh!"
Tiba-tiba papa Bagus datang menghampiri mereka berdua, mendengar percakapan barusan papa Bagus marah kepada pengamen tersebut.
PB : "Woo..." belum sempat berteriak woy, papa Bagus malah stomachache, beliau pun minta waterbreak 5 menit, sang pengamen nge iyain aja.
5 menit kemudian, papa Bagus is back, dengan membawa gagang panci yang udah gaada turubnya, papa Bagus melanjutkan perkataannya.
PB : "Wooyy... indit siahhhhhhh!" dengan huruf h 6 kali biar afdol. Coba cek dulu.
Apa ey da 7, haha its a trap lads:(. Lanjut ah, merasa sakit hati dan ikut sakit perut gara-gara papa Bagus tadi (ingat, sakit perut itu menular), pengamen gaul tersebut mengutuk papa Bagus dan bunda Jarkasih.
P : "Gue kutuk kalian jadi goreng patut!"
PB : "Apan udah goreng patut"
P : "Emm, gajadi deng, gue kutuk bayi dalam kandungan kalian bakal sial saumur hirup! catet tah wa! benciiii!" dengan 5 huruf i agar terkesan all out.
Ey da 4 :(
PB : "Tapikan bunda Jarkasih doang yang ngandung, aku nggak"
P : "Bodo amat!" muncul petir dengan suara yang sangat besar, lebih besar dari bitis bambang pamungkas, suasana menjadi sangat menegangkan, kayak difilm paranormal activity 6.
Bunda Jarkasih merasa takut akan kejadian barusan, dalam hatinya berkata "wahiyaa?", sedangkan papa Bagus kembali merasakan stomachache, minta waterbreak lagi 4 jam. Dan pada beberapa bulan kemudian, Oded dan Dedi lahir, benar saja mereka lahir dengan begitu gantengnya, urang sih pengennya nyeritain mereka terlahir sixpack, tapi nya ga logis euy, keren teuing, yaudah cancel we nya. Melihat kondisi buah hatinya yang begitu tampan, bunda Jarkasih cukup lega. Namun, ketakutan bunda Jarkasih akan kutukan dari sang pengamen masih belum hilang, masih ada lah dikit dikit.
Ketakutan tersebut benar saja terjadi, biaya persalinan bunda Jarkasih jol 100 jutaeun, atuh reuwas bunda Jarkasih teh, papa Bagus kalah stomachache lagi, waterbreak 6 jam. Dalam hati bunda Jarkasih berkata, "Sial bener nasib gue", dalam hati papa Bagus berkata, "Hanyir nyeri beuteung wae wa:(". Terpaksa mereka menjual tanah mereka yang ada di Argentina, dapet we 1 miliar, mendadak beunghar. Belum sempat sujud syukur, eh pihak rumah sakit jol naikin biaya persalinan tadi jadi 1,2 miliar, rugi bandar, gagal milyuner.
Kesialan itu pun terus berlanjut hingga Oded dan Dedi beranjak dewasa, papa Bagus dan bunda Jarkasih merasa kebingungan untuk menghentikan kesialan yang terus menerus menimpa Oded dan Dedi, bahkan keluarga mereka. Dengan terpaksa mereka sekeluarga menerima semua ini dengan sabar, kesel ge aya, rupa-rupa.
Bunda Jarkasih menceritakan mengapa mereka bisa mengalami syndrome tersebut, semua itu berawal ketika Oded dan Dedi masih dalam kandungan, usia kandungan saparapat taun, sok berapa cing, teung nya? enya:(. Oke itu gapenting, saat itu bunda Jarkasih lagi masak didapur, teuing masak apanya mah, nu pasti bukan lagi masak sayur bata. Tapi teman-teman sekalian ada yang mengetahui sayur apa yang selalu ditunggu-tunggu? ya, sayur mine (say u r mine).
Tak ada hujan tak ada banjir bandang, tiba-tiba ada suara ledakan terdengar dari kamar, sontak bunda Jarkasih kaget dan tak sengaja menjatuhkan beling kedalam masakannya tersebut dan segera berlari menghampiri asal suara tadi. Kela, kenapa ngejatuhin beling? sebab mun ngejatuhin hati nanti papa Bagus cemburu, lalu cerai, lalu nikah lagi, lalu punya anak, namanya Aep, goreng patut, boga boyband, atuh etamah cerita yang lain, jangan ah. Terus eta beling timana? nya teuing:(. Setelah sampai di sumber suara ledakan, ternyataaa....... itu adalah suara dari..... darii... hitut papa Bagus dikana sound sistem keun. Anjis, kirain teh apaan, hanas kesana.
Bunda Jarkasih pun kembali kedapur dan segera menyelesaikan masakannya tadi, makanan sudah siap saatnya untuk makan. Papa Bagus dengan lahapnya menyantap masakan bunda Jarkasih, hingga bunda Jarkasih tak ingin kalah dan turut mengimbangi kecepatan makan papa Bagus, sungguh rumah tangga yang penuh dengan persaingan. Saking asyiknya mereka balap makan, tak sadar bahwa makanan tadi mengandung beling, ih ngeri.
Tentu saja beling tadi masuk kedalam tubuh bunda Jarkasih yang sedang mengandung Oded dan Dedi junior, secara tidak langsung itu membuat janin ikut mengkonsumsi beling tadi. Anehnya, papa Bagus, bunda Jarkasih serta Oded and Dedi junior tidak mengalami gejala apapun, padahal udah ngadahar beling, mungkin ini adalah sebuah keajaiban, atau mungkin ini adalah pertanda bahwa mereka termasuk keturunan dewa poseidon, mungkin juga mereka ini anak didik paman herkules, ah semua masih menjadi misteri.
Secara tidak langsung, beling tersebut bereaksi dengan Oded and Dedi junior, sehingga merubah bentuk wajah mereka, mungkin ini yang dinamakan operasi beling, plastik udah berbayar. Inilah yang menyebabkan Oded dan Dedi begitu tampan, jauh dengan orang yang memproduksi mereka. Disaat itu pula, datang seorang pengamen yang sudah tua namun stylenya ala swag gitu, topi kehed, t-shirt gombrang. Berhubung lagi gaada uang receh, bunda Jarkasih mengusir pengamen tersebut.
BJ : "Punten nuju gaada uang receh"
P : "Uang gede we"
BJ : "Receh juga gaada apalagi uang gede atuh euy"
P : "Nya biasa we"
BJ : "Har aimaneh!"
Tiba-tiba papa Bagus datang menghampiri mereka berdua, mendengar percakapan barusan papa Bagus marah kepada pengamen tersebut.
PB : "Woo..." belum sempat berteriak woy, papa Bagus malah stomachache, beliau pun minta waterbreak 5 menit, sang pengamen nge iyain aja.
5 menit kemudian, papa Bagus is back, dengan membawa gagang panci yang udah gaada turubnya, papa Bagus melanjutkan perkataannya.
PB : "Wooyy... indit siahhhhhhh!" dengan huruf h 6 kali biar afdol. Coba cek dulu.
Apa ey da 7, haha its a trap lads:(. Lanjut ah, merasa sakit hati dan ikut sakit perut gara-gara papa Bagus tadi (ingat, sakit perut itu menular), pengamen gaul tersebut mengutuk papa Bagus dan bunda Jarkasih.
P : "Gue kutuk kalian jadi goreng patut!"
PB : "Apan udah goreng patut"
P : "Emm, gajadi deng, gue kutuk bayi dalam kandungan kalian bakal sial saumur hirup! catet tah wa! benciiii!" dengan 5 huruf i agar terkesan all out.
Ey da 4 :(
PB : "Tapikan bunda Jarkasih doang yang ngandung, aku nggak"
P : "Bodo amat!" muncul petir dengan suara yang sangat besar, lebih besar dari bitis bambang pamungkas, suasana menjadi sangat menegangkan, kayak difilm paranormal activity 6.
Bunda Jarkasih merasa takut akan kejadian barusan, dalam hatinya berkata "wahiyaa?", sedangkan papa Bagus kembali merasakan stomachache, minta waterbreak lagi 4 jam. Dan pada beberapa bulan kemudian, Oded dan Dedi lahir, benar saja mereka lahir dengan begitu gantengnya, urang sih pengennya nyeritain mereka terlahir sixpack, tapi nya ga logis euy, keren teuing, yaudah cancel we nya. Melihat kondisi buah hatinya yang begitu tampan, bunda Jarkasih cukup lega. Namun, ketakutan bunda Jarkasih akan kutukan dari sang pengamen masih belum hilang, masih ada lah dikit dikit.
Ketakutan tersebut benar saja terjadi, biaya persalinan bunda Jarkasih jol 100 jutaeun, atuh reuwas bunda Jarkasih teh, papa Bagus kalah stomachache lagi, waterbreak 6 jam. Dalam hati bunda Jarkasih berkata, "Sial bener nasib gue", dalam hati papa Bagus berkata, "Hanyir nyeri beuteung wae wa:(". Terpaksa mereka menjual tanah mereka yang ada di Argentina, dapet we 1 miliar, mendadak beunghar. Belum sempat sujud syukur, eh pihak rumah sakit jol naikin biaya persalinan tadi jadi 1,2 miliar, rugi bandar, gagal milyuner.
Kesialan itu pun terus berlanjut hingga Oded dan Dedi beranjak dewasa, papa Bagus dan bunda Jarkasih merasa kebingungan untuk menghentikan kesialan yang terus menerus menimpa Oded dan Dedi, bahkan keluarga mereka. Dengan terpaksa mereka sekeluarga menerima semua ini dengan sabar, kesel ge aya, rupa-rupa.
Saat ini, Oded dan Dedi masing-masing berusia 17 tahun, dengan panjang CD=13cm dan BH=30cm, hitung jarak pandang Oded dan Dedi kepada wanita yang disukainya. Harrr.. :(. Mereka ini masih anak SMA, padahal mereka pengennya mah lulus SD teh langsung kuliah, tapi da mau gimana lagi, apa daya kokod ini tak sampai.
Meski kembar, mereka ini mempunyai aroma tubuh yang berbeda, Oded mah aromanya agak menyengat serta hawar-hawar bau haseup knalpot damri, sedangkan Dedi memiliki aroma tubuh yang unik semacam aroma gula kawung dicampur dengan wedang jahe, sehingga orang yang berada didekat Dedi dan menghirup aroma tubuhkan akan merasa segar serta jagjag waringkas. Ingat, ceritanya mereka ini ganteng, so, jangan memandang orang dari aroma tubuh, pandang orang dari lirikan mata. Bila mata mereka agak ngiceupan dengan sedikit senyuman yang disematkan, sudah bisa dipastikan orang itu akan nginjeum duit, fix jangan dipandang yang gitumah.
Sebenarnya, Oded dan Dedi mempunyai seorang kakak, sebut saja Wawan (nama sebenarnya). Kak Wawan merupakan orang yang bijaksana serta senang mendidik adik-adiknya menuju jalan yang sesat, eh jalan yang benar. Umur kak Wawan berada pada kisaran 20-18 tahunan lah, dengan bobot 60 kilogram dan tinggi bujal 10 cm, spesifikasi tersebut dirasa cukup untuk digunakan sehari-hari. Oded dan Dedi sangat menyayangi kak Wawan (ketika mere duit), pas mau dititah mah Oded dan Dedi suka ngaleos, atau pura-pura keram bujal sehingga kak Wawan merasa tak tega melihat kedua adiknya menderita seperti itu. Sangat disayangkan, kak Wawan pergi begitu saja meninggalkan Oded dan Dedi, bukan pergi sih, lebih tepatnya di usir sama papa Bagus karena gak sengaja ngajual tanah papa Bagus yang luasnya 30 hektar.
Cerita ini pastinya akan menceritakan mengenai cerita Oded dan Dedi yang saya sendiri ceritakan bahwa mereka ini mempunyai cerita tentang kehidupan mereka yang penuh dengan kesialan, ceritanya gitu. So, bagaimanakah lika-liku kehidupan yang penuh dengan kesialan dalam cerita Kembar Sial ini, tetap pantengin blog urang nya. Salam sejahtera, dari aku untuk kamu.
Cerita ini pastinya akan menceritakan mengenai cerita Oded dan Dedi yang saya sendiri ceritakan bahwa mereka ini mempunyai cerita tentang kehidupan mereka yang penuh dengan kesialan, ceritanya gitu. So, bagaimanakah lika-liku kehidupan yang penuh dengan kesialan dalam cerita Kembar Sial ini, tetap pantengin blog urang nya. Salam sejahtera, dari aku untuk kamu.
TO BE ENGAGED CONTINUED
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment