Sesuatu yang Sulit Untuk Kembali


Manusia itu tidak bisa luput dari yang namanya kesalahan, apalagi hutang. Pas hutang udah gede aja baru inget sama sang pencipta, ah dasar manusia. Sejujurnya ada beberapa hal yang ketika sulit, bahkan tidak mungkin kembali.
Disini saya tidak akan membahas soal mantan, da itumah udah pasti sulit untuk kembali, ah sudahlah. Sedih kalau diceritain mah, lads, kita mulai saja.

Yang pertama, duit yang dipinjem temen. "Pake duit lo dulu ntar gue ganti" seakan-akan menjadi kalimat menakutkan yang seringkali dilontarkan teman kalian saat jajan dan dia lupa bawa duit. Hari pertama ditagih, alesan belum dikasih duit, okelah bisa ditoleransi. Hari berikutnya, alesan dicopet anak SMA sebelah, emm, okelah kasian kan jadi gapapa. Minggu pertama, alesan dipake dulu buat bayar lks, yaa, baiklah itu manusiawi. 3 minggu kemudian, alesan sakit keras disertai muntah-muntah, itusih ajab dari Yang Maha Kuasa.

Sebenarnya minjem duit itu gaakan jadi masalah jika si peminjam dapat mengembalikan duit yang  dipinjamnnya, syukur-syukur ditambahan, eh jangan ketang dosa. Sekiranya orang tersebut bisa ngembaliin duitnya mah gapapa atuh kasih aja, kan membantu sesama mendapatkan pahala, apalagi membantu sesama jomblo, pahalanya berlipat ganda, cenah.

Next, pulpen. Siapasih yang gak tahu apa itu pulpen, pulpen adalah alat tulis yang menggunakan tinta sebagai amunisi utamanya. Dari segi harga, pulpen harganya relatif terjangkau, paling mahal 10 ribu, itupun bonus tanda tangan andhika kangen band, ditambah custom hardcase hp mito. Namun dari segi pemberdayaan sumber daya tahan, pulpen seharga 2 ribu saja bisa tahan hingga beberapa bulan lamanya, dengan catatan dalam pemakaian wajar.

Jika ada teman kalian yang tiba-tiba minjem pulpen, jangan mudah percaya,siapa tau dia pakai genjutsu, pulang-pulang pulpen udah gaada, ternyata malah dijual sama teman kalian, kan bangsat. Dibalik itu semua, maka berhati-hatilah dengan pulpen anda karena menurut data dari lembaga survey LGBT ( Lelaki Gemar Baso Tahu), dari 100% barang yang paling sering hilang, pulpen mendominasi 69%. Sekarang begini, jika setiap hari kita kehilangan satu pulpen yang harganya 2 ribu, dan setiap hari kita membelinya lagi, dalam sebulan saja kita sudah menghabiskan uang sebanyak 2x30= .... , berapa cik! kalem buka dulu kalkulator.

Oh, 60 ribu gan and sist! bayangkan, dalam sebulan aja kita udah menghabiskan uang segitu, dalam setahun 60x12= 720 ribu! uang segitu udah bisa beli 12 kartu mentari 3 gb, 1 kartu itu berlaku 3 bulan, 3x12= 36 bulan alias 3 tahun kalian aman internetan. Eh naha jadi promosi euy:(

Kemudian, kasih sayang darinya. "Kasih sayang darinya", tuh serem ga kalimatnya? kalo menurut saya mah, itu termasuk 7 kalimat terseram di dunia versi on the crot, setelah kalimat :

"pake duit lo dulu ntar gue ganti",

"sayang, maaf aku mau nikah sama bapak kamu",

 "kalian putus" *diputusin lewat bapaknya,

"jam tangan ini ko bagus ya, eh boneka itu lucu banget, sepatunya gemesin" *ketika jalan-jalan di mall sama pacar,

"pacarnya bawa kerumah dong" *padahal lagi jomblo,

dan yang terakhir "terserah!".

Nah, begitulah kira-kira 7 kalimat terseram didunia versi on the crot, true story banget kan? aslina inimah:( Kasih sayang darinya itu bisa saja kembali, tapi gaakan bisa utuh seperti sedia kala, presentase keberhasilannya juga cuman 0,000000000000000000000001%, ituteh kalau kalian lagi hoki, coba mun lagi bad day, belum bayar listrik, seuseuhan belum garing, astagfirullah.

Ibarat kata batu alam yang udah di karate, kolor pangandaran yang udah sobek, linggis yang udah karahaan, kumis yang udah dikurud genggaman tangannya, itu semua sulit untuk bisa kembali seperti semula , aslina. Oleh karena itu, jangan sia-sia kan orang yang selalu ada untuk mu, apalagi di anying-anying, ulah omat gan and sist ulah. Hargai kehadirannya selama ini, karena ketika dia sudah tidak ada lagi untukmu, maka rasa kehilangan dan penyesalan yang begitu mendalam akan segera terasa.

Ada juga, waktu yang telah berlalu. Misalnya waktu jajan cuanki bareng sama dia, dengan minuman teh eco 20% lebih banyak, serta kicauan merdu tukang parabot yang suka pake mobil kol buntung, waktu itu, masa-masa itu, takkan bisa kembali, mungkin tak ingin untuk kembali. Kalian tahu kenapa? karena waktu itu ternyata lupa bayar yang kemudian digebugan barudak death metal, watir.

Seberapa keras pun kalian mencoba untuk memutar balikan waktu, plis, itu ibaratkan kamu ngado ke gebetan jam tangan, padahal si gebetan maunya jam gadang. Itu perbuatan yang sia-sia, salah jalan, salah sia sih sebenernya mah. Maka dari itu, cobalah memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, eh jangan terlalu baik ketang, soalnya temen kan suka gitu, dibaikin malah ngerujak.

Dan yang terakhir, kata yang telah terucap. *efek suara hembusan angin*. Saya berani menjamin tidak ada orang yang bisa menarik perkataan yang telah dilontarkannya, kecuali di bbm, soalnya bisa "tarik pesan". Aslina lads, jika kalian tidak percaya, sok sekarang mah gini we, coba lakukan eksperimen berikut ini:

1.Kalian hampiri cermin, gausah gede-gede, karena yang gede belum tentu kuat, bisa aja mudah pecah.
2.Rapihkan dulu rambut kalian sembari mengusap-ngusapnya dengan halus, halus pisan pokonyamah.
3.Lalu pegang dahi kalian dengan tangan kanan, apal kan tangan kanan nu mana?
5.Kela cape.
6.Kalian akan melupakan sesuatu.
7.Ternyata nomornya tidak berurutan.
8.Udah di ceknya?
9.Kalau begitu mari kita lanjutkan saja.
10.Tataplah wajah kalian dengan serius, kade inimah serius.
12.Tarik nafas kalian dalam-dalam, kemudian hembuskan dengan perlahan.
11.Dan ucapkan "boa edan".

Sudah terasa perbedaannya? Kalau belum, selamat, berarti anda terkena tipuan broadcast yang baru saja saya terima, sialan. Gaada gawe ih, untung saya cuman ketipu 6 kali, dengan broadcast yang sama, padahal itu udah 6 kali ganti pin, sialan (2).

Mungkin hanya segitu saja yang dapat saya posting, sumpah, ngetik segini teh cape gan and sist, kuat ka kesangan gini, udah 30 kali ganti baju, hareudang. Kadang sok ingin mandi sop buah ai lagi hareudang teh, seger da kayaknya, es batunya bentuk pingping roro pitria, uh, eh astagfirullah ketang. Gudbay!












No comments:

Post a Comment