Filosofi Pasangan

Pasangan, kita ini hidup secara berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan perempuan, ada orang kaya
dan orang miskin, ada yang telah menemukan pasangannya dan ada juga yang sampai saat ini belum menemukan pasangannya.
Sering kali kita mengeluhkan soal status hubungan, sering juga kita mengeluhkan harta kekayaan.
Saat ini, yang ada dipikiran kebanyakan orang adalah jika kita punya banyak harta kekayaan, pasangan pun akan berdatangan. Kadang orang lebih senang dengan orang yang bisa memanjakan, dibanding dengan orang yang bisa mendewasakan.
Penyakit manusia saat ini salah satunya adalah iri hati, selalu merasa iri ketika orang lain memiliki lebih dari yang dirinya sendiri miliki. Mungkin inilah alasan, mengapa saat ini banyak orang yang berselingkuh, kebanyakan berselingkuh dengan orang yang bisa memanjakan.
Dimanjakan memanglah menyenangkan, seakan-akan kita adalah orang yang sangat spesial dimata sang pasangan. Tapi pernahkah kalian menyadari, jika terus menerus dimanjakan, lama kelamaan itu akan menjadi sebuah kebiasaan. Dan ketika sudah terbiasa, disaat pasangan tidak bisa lagi memanjakan kalian, kalian akan merasa bahwa diri kalian sudah tidak diinginkan.
Carilah orang yang bisa mendewasakan, orang yang bisa membuat kalian bahagia, tapi dengan cara yang berbeda. Bukan dengan sebuah hadiah, bukan dengan setangkai bunga. Dengan dia yang bisa membuat kalian merasa bahagia, hanya dengan sikapnya saja.
Carilah orang yang bisa mendewasakan, orang yang selalu peduli dengan diri kalian, yang selalu memberi semangat kepada kalian, bahwa hidup akan lebih indah bila dilalui bersama-sama.
Carilah orang yang bisa mendewasakan, dia yang bisa membuat kalian percaya, bahwa kebahagiaan sebenarnya bukanlah ketika selalu diberikan sesuatu yang kalian suka, tetapi ketika kalian merasa aman dan nyaman ketika berada didekatnya.
Hidup memang tak pernah adil, oleh karena itu, kebahagiaan seseorang pasti datang dengan cara yang berbeda-beda. Tak jarang ketika seseorang terlalu bahagia dengan dunianya sendiri, orang itu merasa tidak begitu perlu didampingi.
Jangan kita mengeluh ketika belum mempunyai pasangan, selama sendiri pun masih bisa bahagia, kenapa harus buru-buru mencari seseorang untuk menemani kita. Lagi pula, semua akan indah pada waktunya. Jangan sedih ketika masih sendiri, coba lihat matahari, meskipun dia sendiri, tetapi dia tetap bersinar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment