Story of My Life

Hallo agan dan sista sekalian, whats up? Kali ini saya tidak akan menceritakan si Aep, bosen euy si Aep wae ai urangnya kapan. Saya akan menceritakan tentang kehidupan saya
dari kecil hingga saat ini. Berhubung ini bercerita tentang diri saya, hampura bila banyak foto yang mengandung unsur alay dan sebagainya. So, what do u waiting for? check this out! This is story of my life!
Perkenalkan nama saya Arizzal Maulana Primayandi. Biasa dipanggil ijal, tapi jangan sekali-kali manggil saya dengan sebutan "sayang" jika tidak ada hubungan yang pasti diantara kita. Saya ini lahir di Bandung, meskipun lahir disana akan tetapi saya besar di negara eropa, ya, Tanjungsari tercinta. Kurang lebih saya lahir pada *sebagiantekshilang* Januari 1999, jadi belum cukup berpengalaman soal cinta. Maka dari itu, saya kurang fasih berbahasa cinta yang dimana lelaki selalu salah dimata wanita.
Duh cinta, mendengar kata cinta itu rasanya seperti lagi mandi terus diintai teman lewat pentilasi udara, bikin deg-degan. Cinta itu misterius, susah ditebak, tapi bukan berarti tidak bisa ditaklukan. Saya jadi teringat saat pertama kali mengenal kata cinta, sekitar 10 tahun yang lalu, mungkin lebih, ah sudahlah. Jujur sih saya tidak terlalu hafal seluruh kejadiannya, yang pasti, itulah awal mula dari segalanya. Enough, kembali ke topik pembicaraan.
STAGE 1 : MASA TK!
Umur 5 tahun saya dijerumuskan, eh, disekolahkan ke salah satu taman kanak-kanak yang kebanyakan diikuti oleh anak-anak, yaiyalah. Saya di TK 2 tahun, katanya sih terlalu muda kalo cuman 1 tahun terus ke SD. Padahal kalo waktu itu cuman 1 tahun, meren saya jadi kakak kelasnya si Misho. Ah gapenting. Waktu itu saya rambutnya panjang, sepanjang jalan kenangan saat bersamanya. Kalo kalian gapercaya, nih saya perlihatkan.
Ga terlalu keliatan sih, tapi nya kitu we lah:(. Sejak kecil saya memang sering dijadikan bahan percobaan, eh, maksudnya dijadikan model oleh ayah saya. Oleh karena itu, dirumah ada sekitar 10 album foto yang kebanyakan adalah foto saya sendiri. Padahal dulu saya itu paling anti sama yang namanya kamera, "kajeun urang nu moto we" begitulah kira-kira suara hati ini berbicara.
STAGE 2 : MASA SD!
2 tahun berselang, saya melanjutkan pendidikan di SD legendaris di desa seberang a.k.a SDN Mariuk (SDN Come on). Kenapa legendaris, karena konon katanya sekolah tersebut dahulunya merupakan bekas rumah sakit yang mengandung berbagai cerita seram didalamnya. Ih serem.
Mulai dari papan tulis misterius, kelas yang jarang ditempati, sampai wc yang rasanya tidak ingin berlama-lama ketika berada disana, yaiyalah ngapain juga lama-lama di wc. Meski begitu, 6 tahun belajar disana saya sih normal-normal aja, gaada kejadian aneh yang terjadi kecuali teman saya yang bab dikelas akibat terlalu banyak mengkonsumsi marimas rasa jeruk.
Ada juga cerita saat UN, efek baru pertama kali merasakan sih. Jadi waktu itu saya nggak sengaja ada noda bekas penghapus sialan di LJK saya, maklum anak SD masih bisa dibodohi oleh kata "Hati-hati kalo kotor dikit nanti nggak kebaca sama komputernya, nanti nggak lulus". Saya tegang setengah mati, ya meskipun pada akhirnya semuanya lulus. Satu kalimat yang saya inget sampai sekarang "ternyata gue bego".
STAGE 3 : MASA SMP!
Setelah SD, seperti pelajar kebanyakan saya melanjutkan perjalanan pendidikan spiritual ini ketingkat SMP, pengennya mah langsung kuliah, tapi apa daya kokod tak sampai. SMP N 1 Tanjungsari, begitulah sekolah ini dinamainya. Saya masuk dikelas D, kelas yang kompaknya beberapa tahun kemudian. Kenapa begitu, soalnya waktu masih kelas 7 mah masih sebagian yang akrab sedangkan yang lain masih pahare-hare.
Meski demikian, dikelas 7 ada banyak kenangan yang tak terlupakan. Misalnya saja saat dibaledog pake spidol sama guru bahasa inggris, penyebabnya sih sepele. Waktu itu si Odo ga sengaja nebasin samurai ke bitis guru tersebut, ngga ketang. Jadi waktu itu teh si Odo niron tugas punya saya, berhubung si Odo terlihat mencurigakan terbanglah sebuah spidol ke meja kami dengan indahnya. Momen tak terlupakan selanjutnya yaitu ketika si X (bukan nama sebenarnya) yang kebobolan didepan kelas, lebih tepatnya di depan tong sampah kelas. Ironis memang, orang-orang shock ketika keluar kelas dan melihat benda asing tersebut berceceran didepan mereka.
Disini saya mengikuti 3 ektrakurikuler, yang diantaranya saya ikuti bersama orang-orang ini. Good friend, good people, good quality, but sometimes can be fake friend cause this is our friendshit. "Maraneh mah limaan wae", kata yang sering terdengar ketika kita lagi barengan. Oleh karena itu kita biasa dipanggil "5 MAUT", entah apa artinya tapi yaudahlah kita mah gapapa. Bahkan, ada juga yang menamai kita sebagai LIMAHO yang artinya kalo gasalah Lima Manusia Homo atau ngga Lima Manusia Horny, ah biasalah haters. Kita bahas eskul-eskul yang saya ikuti, here we go.
1. PMR
PMR Perisai, begitulah nama esktrakurikuler Palang Merah Remaja ini. Saya join eskul ini bersama si Asep, Ibnu, Deren, Odo, dan Ilham. Alasan klasik ikut eskul ini adalah ikut-ikutan teman, begitu juga saya. Rasa kekeluargaan sangat terasa dalam esktrakurikuler ini, apalagi dengan pelatih yang friendly dan gawl menambah cita rasa didalamnya menjadi seperti bersama keluarga sendiri.
Saya mendapat pengalaman yang sangat berharga saat berada dalam eskul ini. Yang utama dan yang harus selalu diwaspadai, yaitu ketika kita menginap bersama teman-teman janganlah tidur duluan. Ingat! jangan pernah tidur lebih dulu jika yang lain belum pada tidur. Percaya deh sama urang, its so dangerous man! Be careful, atau ngga kalian bisa jadi korban keganasan tangan-tangan jahil teman kalian.
2. BASKET
Selanjutnya ada Nesta Basketball, satu-satunya ekstrakurikuler olahraga yang saya ikuti. Seperti biasa saya ikut eskul ini karena ikut-ikutan, lebih tepatnya diajak sama si Asep. Selama ikut eskul ini, jujur saja saya belum pelum pernah mendapat gelar juara sama sekali #HahaWatir.
Walaupun tanpa gelar, saya bersyukur karena di karuniai team yang solid. Saking solidnya jerseynya pun selalu sama, yaiyalah. Jika team kita saat dirundung kekelahan dan skor cukup jauh, maka kita akan berusaha membuat skor menjadi lebih jauh, kagok edan.
Tanpa prestasi bukan berarti tanpa kenangan. Saya banyak belajar dalam eskul ini, bahwa bakat tidak akan cukup tanpa diimbangi dengan kerja keras.
3. KESENIAN
Ada pula ekstrakurikuler kesenian, bersama Asep, Deren, Odo, dan Rizfy. Kita sering kali tampil saat upacara bendera sebagai paduan suara. Selain itu kita juga langganan menjadi gulang-gulang dalam upacara adat perpisahan, udah 2 kali kita tampil yaitu kelas 7 dan 8.
Di eskul ini juga saya pernah juara 1 Rampak Sekar se-Kabupaten, meskipun bukan saya doang sih da banyakan. Intinya mah di eskul ini banyak pengalaman yang rada indah. Soalnya yang indah pisan mah kan matanya Chelsea Islan.

3 tahun belajar di SMP ini, di kelas D ini rasanya tidak ingin segera pergi. Ketika sesuatu sudah menjadi kebiasaan, biasa setiap pagi datang ke gerbang SMP N 1 Tanjungsari kemudian menyapa mang Sapri, biasanya datang ke kelas kemudian ngabully Egi Sutanto, biasanya tiap istirahat jajan di warung pojok. Dan disaat semua tidak seperti itu lagi, perubahan itu sangatlah terasa. Seperti ada yang kurang, ada yang hilang.
STAGE 4 : MASA SMA!
Dan inilah masa-masa kebanyakan orang berubah pola pikirnya, ya, masa SMA. Tapi menurut saya semuanya masih terlihat sama, iya, sama-sama berseragam putih abu. Saya bersekolah di SMA Negeri Tanjungsari, yang dari dulu tersohor oleh masyarakat. 50% lebih siswa yang bersekolah di SMP N 1 Tanjungsari pasti memilih meneruskan pendidikannya ke SMA ini.
Sebelum resmi menjadi siswa disini, kita diharuskan mengikuti kegiatan yang dinamakan MOPD. 3 hari yang penuh dengan cobaan, tapi insyaallah berkesan. Intinya sih, kita harus wanian, jangan jadi orang yang suka susulumputan.
Berhubung MOPD tersebut dilaksanakan saat bulan Ramadhan alias bulan puasa, seperti gugus kebanyakan, kita mengadakan acara bukber a.k.a buka bersama. Harusnya dibulan ini jumlah pengeluaran uang berkurang karena selama 12 jam kita melaksanakan ibadah puasa sehingga tidak jajan, uang jajan pun aman. Namun kenyataannya, bulan ini merupakan bulan dimana pengeluaran lebih banyak karena setiap hari mengadakan bukber. "Sesungguhnya loba bukber itu hambur duit".
JUMANJI!
Kelas 10 saya masuk di X MIA 3 yang kemudian berganti menjadi X MIPA 3 yang berganti lagi menjadi X 3. Nama kelas kami JUMANJI alias Jurusan Mipa Tiga SMAN Tanjungsari, alay dan anehnya itu ide urang:(. Saya bukanlah tipikal orang yang bisa memimpin, tapi malah kepilih jadi KM.
1 tahun bersama mereka, saya belajar banyak tentang kewirausahaan. X 3 merupakan kelas dengan siswanya yang bekerja sampingan berjualan dikelas, termasuk saya sendiri pada akhirnya. Makanan, gadget, pulsa, baju lengkap ada, udah kayak pasar aja ini kelas.
Tidak hanya piawai dalam teknik berdagang, kelas ini pun terdapat banyak orang pintar didalamnya (bukan paranormal). Sehingga persaingan untuk mendapatkan peringkat 10 besar sangatlah ketat, seketat celana pensil saya pas kelas 6 SD, makenya 2 jam ngelepas 4 jam. Disamping itu semua, kelas ini juga mempunyai nilai-nilai kebersamaan.
Ada juga tips yang saya dapat selama bersama mereka. Yang pertama, jangan buang sampah sembarangan. Dan yang kedua, bila sedang jajan ale-ale di kopsis, bawa sedotannya 2, siapa tau sedotan yang pertama gagal menerobos pertahanan si ale-ale.
CASUAL!
Naik ke kelas 11 seharusnya saya berada di XI IPA 4 bersama sang maestro Syehaboodin. "Jir euy seh euweuh nukenal", kesan pertama saat melihat daftar nama kelas tersebut. Terlintaslah pikiran untuk pindah kelas, saya pun berhasil pindah meskipun dengan cara yang tidak mudah dan penuh perjuangan. Selama 3 hari berturut-turut saya bolak balik ke sekolah, saya tawar-menawar kelas kepada siswa yang berpontensi ingin pindah juga. Saya memutuskan untuk pindah ke kelas XI IPA 5, yang dimana orang-orangnya saya cukup kenal. This is CASUAL! Kelas yang kata orang mah "asa free wae kelas maneh mah".
Dikelas ini ada banyak orang dengan sifat yang berbeda serta pacar yang berbeda pula, yaiyalah masa iya sekelas pacarnya sama. Itu juga bagi yang punya pacar, yang jomblo mah diem we dilawang panto siapa tau ada jodoh yang lewat, syukur-syukur ada yang minta id line, ya paling ngga ada yang say "hai" lah.
Belajar dari pengalaman, di SMA saya tidak mengikuti banyak ekstrakurikuler melainkan hanya 1 saja. Setelah dipertimbangkan secara matang dan sudah dipikirkan selama 60 kali, saya memutuskan untuk ikut eskul Smats Basketball. Tadinya saya ikut 2 eskul yaitu Smats Basketball dan Just! Magazine, namun karena alasan tertentu saya hanya aktif di eskul Smats Basketball.
SMATS!
Eskul ini merupakan eskul dengan rasa kekeluargaan yang sangat tinggi, solidaritas tanpa batas. Dalam eskul ini diajarkan pentingnya kebersamaan, saling menghormati satu sama lain, serta kekompakan yang harus selalu dijaga. Bukan berarti di eskul ini selalu serius, ada waktunya kita nge bully batur, ngejahilin seseorang, ah ya gitu we lah.
Setahun di eskul ini saya pun banyak belajar, banyak latihan, serta harus banyak berubah. Saya sadar apa yang selama ini saya capai itu semua belum cukup, harus lebih bekerja keras. Kalau kata quotes mah, "Jangan menyerah ketika yang diinginkan belum bisa didapatkan, karena sesuatu yang berharga biasanya tidak mudah untuk diraih". Hasil searching 4 jam di google.
Jadi ya begitulah kehidupan seorang Arizzal Maulana Primayandi selama 17 tahun ini, emang sih nggak berkesan, nggak kayak di film-film gitu. Nyatanya, ini bukanlah film, ini hanya sebuah kisah nyata dari seorang pelajar yang jarang belajar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





















No comments:
Post a Comment