KISAH CINTA AEP : EPISODE 3

BIKIN BOYBAND


3 abad telah berlalu, namun Kisah Cinta Aep belum juga apdet Episode 3. Hmm, kenapa ya? bukan fokus UN ko bukan, kalo fokus teuing entar bisi jadi salah fokus.
Baiklah, demi kalian semua yang entah siapa dan kenapa mau - maunya baca postingan ini urang bakalan lanjutin cerita sebelumnya.

Siapkan mata serta pikiran kalian karena cerita ini bisa jadi berpengaruh dalam kehidupan kalian, apalagi yang kesehariannya suka baper terus, di senyumin dikit baper, ih amit - amit. Tidak disarankan untuk yang hatinya rapuh karena dapat menyebabkan susah buang air besar yang kemudian dapat memicu terjadinya gejala stroke ringan.

Episode kemarin teh gimana sih ceritanya? aslinya euy poho ginilah, berasa hilang ingatan, mungkin gegara terlalu sering memikirnya dirinya. Padahal, dirinya belum tentu memikirkan diri urang, bisa jadi memikirkan diri batur. What a baper!

Aep bingung, kenapa selama ini ga pernah ada cewek yang suka sama Aep. Jangankan ada yang nge fans, ketemu sama Aep aja para cewek suka bilang “pait! pait! pait!”, sekalinya ada yang ngajak kenalan orang itu besoknya kena gejala tipes. Pait emang nasib Aep, tapi mau apa dikata, takdir mengharuskan begini adanya. Kalau kata pepatah mah “Sudah jatuh tertinggang toa mushola”.

3 bulan berlalu semenjak Aep ditinggal pergi sama Fira, namun Aep masih teringat senyum manis dirinya. Tiap mau makan inget dia, seakan-akan senyumannya menambah cita rasa makanan dari kelas warteg ke kelas KFC cabang Cikubang. Makanan yang tadinya bernama “lotek”, seakan-akan berubah menjadi “Javanese Salad with Peanut Sauce”. Inikah yang dinamakan gagal move on?

Aep mencoba ngaca di spion motor mio bor up nya sembari berkata “kamu ganteng, tapi kenapa kamu jomblo terus?”, petir pun tiba-tiba menyambar dirinya. Aep terus memandangi dirinya di kaca, dari pulang sekolah dia terus memandangi bibirnya yang indah itu. Hingga Aep tak sadar waktu telah menunjukan jam 2 subuh, ditambah gerbang sekolah udah digembok dan hp tinggaleun dikolong bangku. ”Sip, what a day anjis!” teriak Aep dengan mata berkaca-kaca. Terpaksa Aep nginep disekolah, disana Aep sangat rapuh dan ketakutan.

Nah ini yang namanya galengan sawah teh ai kalian
Akhirnya jam 5 subuh penjaga sekolah membuka gerbang, Aep buru-buru pulang kerumah dengan kecepatan 60,5 km/abad . Biar jongjon ngebutnya Aep milih mapay jalan galengan sawah, semacam aprak-aprakan gitu. Sesampai dirumah ternyata sekeluarga nyariin Aep, mereka semua marawa obor sama samurai untuk jaga-jaga. “Eh kampret, lo kemana aja?! Mamah udah nyariin kamu ti kamari!” sembari ngepret Aep 6000 kali. “Maap mah aa terperangkap at school, aa can’t balik da gerbangnya has been locked:’(“ Aep menangis, kemudian pingsan da kelaparan.

Aep pun dirawat dirumah sakit, wajahnya diperban akibat tamparan dari mamahnya tea. Dokter mengatakan “Udah gapapa, besok juga bisa pulang kerumah. Pacarnya mana, ga jengukin?”. “Aku jomblo” ujar Aep, seketika Aep kejang-kejang dan mulutnya mengeluarkan busa. Si dokter panik dan merasa bersalah, dia pun memberikan Aep nafas buatan. Berhubung bibir Aep terlalu indah untuk ditiup sama dokter, terpaksa si dokter pake kompresor tambal ban. Beruntung usaha tersebut berjalan lancar, Aep tersadar lalu meminta kopi gud dey.

4 hari kemudian raga Aep sudah pulih benar dan siap untuk kembali sekolah, meskipun hatinya masih rapuh dan penuh dengan masa lalu yang kelam. “Eh ep lo ko gantengan ya?” ucap teman Aep, sontak saja Aep nginjeum kaca temannya sembari bertanya-tanya dalam hatinya "Enya kitu?". Padahal wajahnya  masih diperban, da kata mamahnya juga biar Aep keliatan kalo udah dirawat dirumah sakitnya. “Mamaneh lah anjis, persetan dengan ganteng aing mah pengen keren” balas Aep yang kemudian nyanyi lagu JB – As long as you love me.  “Wihhh.... ep lo keren juga nyanyinya, bikin boyband gera biar hitz!”  teman-teman Aep dengan meriahnya bertepuk tangan.

Ide brilian pun muncul didalam benaknya, ya, Aep berniat bikin boyband biar hitz dan disukai banyak orang terutama para cewek. Aep segera menemui temannya yang dia rasa paras dan suaranya cukup mumpuni untuk dijadikan anggota boybandnya, dipilihlah Maman, Rahmat, dan Irpan.


Maman merupakan cowok dengan brewok yang memukau jebolan idola cilik gagal lolos audisi, tubuhnya yang tinggi serta dada yang agak menonjol membuat maman terlihat macho dan berkarisma. Dia punya hobi mengoleksi mantan, padahal dari kecil hingga sekarang dia belum pernah pacaran. Suaranya juga khas seperti martabak khas alun-alun Tanjungsari, sehingga Maman seringkali di minta tampil di acara ulang tahun anak-anak.

Rahmat adalah anugrah terindah yang pernah orangtuanya miliki, dia orangnya pantang menyerah serta rajin beribadah, orang bilang sih dia kampungan soalnya dihpnya lagu dangdut semua. Seringkali dia minuhan timeline bbm dengan mendengarkan lagu-lagu tersebut, dia juga suka bikin pm gapenting seperti "Pagi miss world 1967", "Have a niceday Pak RT", "Mas Bambang ganteng hari ini" yang kemudian digulung sama masyarakat. Selain itu dia juga pernah ikut audisi D'Academy tahun 2078, tapi gagal lolos sebelum nyanyi soalnya dia malah mengibarkan bendera kangen band serta di tato gamma 1 pada tarangnya.

Sedangkan Irpan berbeda dengan anggota yang lain, dia mah orangnya pendiem, poninya mencapai 3 meter, ga asik banget, bahkan banyak orang yang suka pengen ngadegungkeun kalo dia udah ngomong, tukang ngeharkos ibi kantin, tapi suaranya indah bagaikan pemandangan di puncak gunung manglayang. Bisa dibilang, suaranya yang paling bagus ke dua setelah Aep diantara anggota yang lain.

Dikumpulkanlah mereka semua oleh Aep, sang pencetus ide boyband tersebut. Aep mengamanatkan mereka untuk meeting sekaligus pertemuan pertama mereka sebagai anak boyband, diputuskanlah es krim Ciseke sebagai tempat meeting soalnya lagi tanggal tua dan loba bayareun LKS. “Jam 2 pas, no ngaret, dress code kemeja batik + celana cino + sepatu vans ori” isi bc Aep kepada para anggotanya.

Setelah jam 2 pas, Aep, Maman, Irpan udah kumpul, tapi si Rahmat belum juga datang. Sama mereka udah dimiscallan, di video call, di vn, di bc keun, di sms, di wall pesbuk, di mensen twiteur, di tag dina ig, udah segalanya we pokonamah. Setengah jam kemudian si Maman baru nyadar, “Apan si Rahmat ganpunya hp ai kalian”. “Kampret” serempak Aep dan Irpan nyarekan si Maman. 30 detik berselang pun akhirnya Rahmat datang.

“Kamana wae kampret?! kita udah pesen 30 kali kamu baru dateng” ujar anggota yang lain kepada Rahmat. “Sorry bro tadi gue abis ngaji dulu, terus beli bawang beureum ke Afghanistan” jawab Rahmat sambil menunjukkan foto selfienya saat di Afghanistan. Tanpa berlama-lama lagi Aep memulai meeting tersebut, dia mengutarakan alasan kenapa boyband ini dibentuk. Anggota yang lain pun paham, bahkan mereka satu tujuan dengan Aep, yaitu ingin jadi orang keren.

Masalah tujuan udah beres sekarang saatnya memberi nama boyband tersebut, semua orang ngahuleng.

 “Prakk!!!” suara geprakan gelas si Rahmat, sepertinya Rahmat punya ide.

Rahmat : “Kumaha mun nama boyband kita teh Musyawarah Boys”

Maman : “Ahh, jangan atuh terlalu syariah mat”

Aep : “Kalo Bedegong FC gimana”

Maman : “Marukan tim basket make FC”

Irpan : “Sepakbola aisia”

Maman : “ Eh enya eta”

6 jam berlalu tapi tak kunjung membuahkan hasil, bahkan si Irpan sampe kasarean kusabab dia semalam habis gadang ngabisin kuota kenyang download. Berhubung waktu sudah malam dan tukang dagangnya mau tutup, mereka memutuskan untuk melanjutkan meeting dilain hari.

Keesokan harinya saat pelajaran Bahasa Indonesia, the one and only alias Aep merasa bosan dan cocoretan di halaman belakang buku tulisnya. Dia masih memikirkan nama yang tepat untuk boybandnya, dan tiba-tiba ibu guru mengebrak meja Aep “Aep! Amanat cerita tadi apa?!”. Aep kaget namun tiba-tiba timbul sebuah inspirasi “Nah! The Amanats! Aep Maman Irpan Rahmats!” teriak Aep dengan girangnya, dia pun memeluk ibu guru sambil berkata “makasih bu” kemudian si ibu di sun.

Aep bergegas menghubungi para anggota, dan memberi tau mereka bahwa Aep sudah mengetahui nama yang cocok untuk boybandnya.

Rahmat : “ Jadi apa ep nama boyband kita teh?”

Maman : “Iya ep nu bener yeuh jangan main-main bisi dijingkang”

Irpan : “Sabar kawan-kawan, sok ep mun becanda ku urang tinggang hulu maneh make lomari ruang guru”

Aep : “ Iya jadi gini lads, gue teh tadi terinspirasi yeuh sama guru Bahasa Indonesia”

Maman : “Jadi sabaraha nilai ulangan maneh teh?”

Aep : “30, eh naon jadi nilai ulangan”

Rahmat : “Anjis remed dong”

Irpan : “Udah ih kasian ai kalian, sok ep keluarkan ispirasi tersebut”

Aep : “ The Amanats”


Tiba-tiba semua orang ngaharuleng, kemudian saling menatap, kemudian berpelukan, kemudian pesen batagor, kemudian pergi ke parkiran, kemudian di jingkang tukang batagor da lupa mayar, kemudian mereka mayar dulu, kemudian sesampai di parkiran lagi...

“The Amanats => Aep Maman Irpan Rahmats” jelas Aep si jenius. “Keren bro”, “Oke juga”, “Anjis naha ngaran urang jadi rahmats, tapi bae lah keren” komentar anggota yang lain kepada Aep. Dan terbentuklah sebuah boyband beraliran rock semi dangdut alternatif jurusan IPA gagal asal Sumedang kecamatan Tanjungsari desa Konoha Jl. in aja dulu siapa tau jodoh RT 01/03 bernama “The Amanats”.


BERSAMBUNG

2 comments: