KEMBAR SIAL : CHAPTER 1

WHAT THE HELL!



Apa kabar lads? Kembar Sial launching chapter perdana nih, keprok atuh euy:(. Setelah sekian lama, akhirnya bisa apdet, bisa jajan kopi di setarbak, tapi.. belum bisa milikin dia. Udah ah, langsung we, kita sambut... KEMBAR SIAL : CHAPTER 1!


Oded dan Dedi setiap hari berangkat sekolah dengan berjalan kaki, padahal jarak dari rumah mantan, eh dari rumah ke sekolah yaitu sekitar 5 km, sugan mah rek maraton. Oleh karena itu, papa Bagus merasa kasihan dengan mereka berdua, lain ti baheula nya:(, kemudian  menawari mereka sebuah motor, mereka disuruh memilih mau apa. Oded menjawab mau nikah, sontak saja digaplok sama papa Bagus. Dikarenakan kita hidup pada jaman lalaki boga motor ninja gampang punya pasangan, sedangkan  laki-laki yang punya motor mio purutulan gampang ditolak pasangan,  Oded dan Dedi penasaran ingin membuktikan apakah itu semua fakta atau hanya mitos semata. Mereka pun memilih untuk dibelikan motor mio warna beureum, semotor berdua biar romantis, kata papa Bagus kepada mereka.

Hari pertama uji coba, mereka ngaliwat didepan gerombolan wanita yang lagi popotoan, terdengar bisik-bisik tetangga "ganteng-ganteng ko naik mio". Anjis, emang apa salahnya numpak motor mio coba, nu salah mah numpak motor mio bari ngarendos bawang beureum, udahmah hese, peurih deuih. "Semua perempuan sama aja" ujar mereka berdua.

Keesokan harinya, dijalan mereka terhenti karena ada lampu merah, dengan sabar serta tonggong rada kesangan karena terik sinar matahari menyinari tonggong mereka. Awal mulanya, ada seorang pengamen anak kecil menyanyikan lagu kangen band - pujaan hati. Anjis masih kecil udah terhipnotis sama poninya andhika. Merasa iba, Oded memberikan selembar uang dua ribu yang bertuliskan nomor telepon orang tak dikenal. Melihat hal tersebut sontak aja segerombolan wanita dengan bitis buluan serta kumis setebal 3 meter menghampiri Oded dan Dedi.

Itu membuat mereka merasa reuwas teu kapalang, kabita oge sih, eh ngga ketang. Gerombolan tersebut menari striptis dihadapan Oded dan Dedi, ada yang pole dance, ada juga yang main kartu remi, ada yang panen jagong, melak roay, ngajul gedang, rupa-rupa. Yang awalnya tonggong aja yang kesangan menjadi sekujur tubuh kesangan, jaba kesang tiis, ngeri boy. Mau ngasih duit, da gila sama kumis mereka yang begitu tebal. Mau kabur, hese da dikelilingi oleh gerombolan barongsai tersebut. Dengan terpaksa Dedi memberikan uang walaupun bari mengpeunan panon bisi terkena radiasi, serempak gerombolan tersebut mengatakan "makasih ganteng". Pulangnya mereka mandi wajib.

Hari berikutnya, Oded dan Dedi mencari peruntungan untuk kembali melanjutkan misi rahasia mereka membasmi wanita bergodeg roma irama serta berbitis bambang pamungkas, hmm lain ketang:(. Sepulang sekolah mereka nongkrong didepan gerbang dengan duduk diatas motor mio beureum kesayangan mereka, sayang banget, sumpah. Sembari memasang pose majalah playgirl, mereka memilah-milah, menyeleksi, menyortir setiap wanita yang lewat didepannya. Ada satu wanita yang berbeda dari lain, Oded dengan nada suara hexos memanggil wanita tersebut, "Halo manis". Wanita tersebut secara perlahan namun pasti, menoleh kearah suara rupawan barusan, betapa terkejutnya hati Oded, ternyata itu ibu wakasek. Ibu wakasek pun mengatakan, "Ganteng-ganteng ko naik mio". Anjis banget, untuk kesekian kalinya mereka berdua disebut begitu.

Entah apa yang merasuki dipikiran mereka berdua, mungkin siluman, mereka berniat untuk memohon dibelikan motor ninja kepada papa Bagus. Tentu saja, papa Bagus menolak, "boga duit timana aisia" ujar papa Bagus kepada mereka dengan agak berteriak. Oded reuwas, Dedi pingsan, Ibu wakasek ngasms "Ganteng-ganteng ko gitu aja pingsan", anjis apal timana.

O : "Atuh pap jual aja rumah yang disebelah, gampang kan"

PB : "Hayangnya mah gitu papa juga"

O : "Nya naha atuh, kari jual we pap meni ripuh banget"

PB : "Rek dijual kumaha, apan eta imah tatangga aisia"

O : "Eh enya"

Oded dan Dedi pun bingung, bagaimana mereka akan punya pacar kalau motor masih mio, jaba samotor duaan, rek kencan gimana coba. Dedi punya akal, dia berpikir untuk menjual ginjal si Oded, atau nikahkeun si Oded ka tante-tante kaya. "Anyir sia tega" marah Oded kepada Dedi.

Berhari-hari mereka memikirkan cara agar papa Bagus mau membelikan mereka motor ninja, berjam-jam mereka habiskan untuk searching quotes motivasi untuk menyentuh hati papa Bagus, bahkan sempat terlintas dibenak mereka untuk mempelajari ilmu hipnotis dan mempengaruhi pikiran papa Bagus, astagfirullah.

Hingga suatu saat, keajaiban pun muncul, ya, doi ngebm duluan. Dikira doi yang ngebm, ternyata malah bm dari pihak kuis berhadiah bahwa Oded dan Dedi mendapatkan hadiah utama yaitu uang tunai sebesar 200 juta, anjis, gak nyangka banget, eh alhamdulillah ketang. Oded dan Dedi bahagia teu kapalang, betapa bahagianya mereka hingga lupa indit sakola gapake calana. Oded dan Dedi sujud syukur, lalu syukuran, buat syukuran habis 300juta, lalu ngahuleng, bunuh diri, tamat. Ulah ketang, undo lads, gajadi syukuran 300 jutaeun, ngajajanan kopikap sakelaseun juga udah senang.

Dengan bangganya mereka membeli 2 unit motor ninja, si Oded ninja beureum, Dedi ninja hejo, biar serasa main sinetron anak jalanan. Dengan motor barunya itu, tentu saja ngeusian bensin moal cukup ku 5 rebueun, nambal ban juga gengsi, apalagi ngabonceng teman yang goreng patut, ogah. Itu semua membuat gaya hidup mereka menjadi highclass, udahmah ganteng naik motor ninja, uh perfect, idaman banget.

Suatu ketika, Oded dan Dedi pun mendapatkan pacar yang cantik, seksi, yang pastinya highclass juga. Setiap hari mereka jalan-jalan, makan dikit-dikit kafe, restoran, sehingga mereka melupakan betapa indahnya makan di warteg. Unggal main ke mall, pacar mereka minta shopping, sekali shopping balanja 10 jutaeun, gak edan gimana.

Tak terasa, keuangan mereka semakin menipis, seiring dengan mereka yang sama sekali tidak punya pendapatan. Untuk memenuhi kebutuhan pasangan mereka, kapaksa Oded dan Dedi ngajual eta motor ninja. Hanyirr euy, ternyata kesialan mereka masihlah setia mengdampingi. Oded segera nge sms papa Bagus, "Cek ig kita yuk, tongsis murah". Kemudian dibales, "Pengen tinggi! yuk pake produk kami dijamin tinggi badan kamu bertambah". Gitu we terus, bete.

Merasa Oded dan Dedi makin kesini makin tidak produktif dalam memenuhi kebutuhan shopping mereka, pacar Oded dan Dedi pun berpindah kelain hati yaitu seorang pengusaha kaya raya yang memiliki kekayaan mencapai 12 triliun rupiah. Itu membuat Oded dan Dedi merasa tersakiti dan dikhianati, meskipun salah sorangan, suruh siapa pacaran sama yang gituan. Lebih ngenesnya lagi, pengusaha tersebut goreng patut, mau apa dikata, uang berbicara. Oded ngusulin untuk nyantet eta pengusaha, tapi Dedi menolak, Dedi memilih untuk menyelesaikannya dengan gentlemen, ya, nyindiran di pm.

Dengan kegalauan yang begitu membara, seperti kerinduanku padamu, Oded dan Dedi jajan basreng 10 rebueun, bumbu aida nya 100 sendok, terus pake autan 5 sachet. Mabok basreng, begitu kira-kira istilah untuk menghiasi kegalauan Oded dan Dedi saat ini. Saking galaunya, mereka lupa bahwa udah seminggu tidak sekolah, orangtua mereka sendiri bukannya ngingetin eh malah asyik nonton utaran, bete. Berhubung seksi absensi tidak bisa diajak kompromi, pihak sekolah pun mengirim surat panggilan kepada orang tua Oded dan dan Dedi, tapi orang tua mereka menolak, sibuk nonton utaran, alhasil mereka nyewa tukang koran untuk mewakili menhadap ibu kepala sekolah.

TK : "Jadi ibu mau berlangganan?" "eh maksudnya ada masalah apa dengan anak saya bu?"

IKP : "Boleh" "eh maksudnya gini pak, anak bapak sudah satu minggu tidak masuk sekolah"

TK : "Yaterus?"

IKP : "Iya kenapa anak bapak nggak masuk sekolah?"

TK : "Ya saya sih nggak tau bu, saya cuman disuruh buat datang kesini doang, saya tukang koran"

IKP : "Iya pak saya mengerti, saya tidak mempermasalahkan mengenai profesi bapak, yang penting anak bapak kembali bersekolah"

TK : "Aku serius bu, cuman tukang koran"

IKP : "Iya gapapa, besok anaknya sekolah ya"

TK : "Tapi bu.."

IKP : "Udah iyain aja!"

TK : "Iya" "Jadi berlangganan bu?"

IKP : "Hah?"

TK : "Udah iyain aja!"

IKP : "Iya"

Oded dan Dedi pun merasa lega, namun mereka lupa tidak mempunyai uang untuk membayar tukang koran tadi, tukang koran ngambek, gamau makan selama 2 minggu, Oded dan Dedi merasa bodo amat. Berhubung yang tersisa dari kekayaan sementara mereka hanyalah sebuah helm, mereka menjual helm tersebut kemudian beli motor, motornya dikasihin ke tukang koran tadi. Loh? ko bisa? bisa lah, kumaha urang we:(.

Beberapa hari kemudian, Oded dan Dedi sedang nongkrong di kantin sekolah, jajan ciki jaguar, Dedi dapet hadiah jam dinding. Disaat asyiknya makan ciki, datang preman sekolah mereka, namanya Jarwo, badan kekar wajah sangar. Seketika suasana dalam kantin menjadi senyap, ada yang pura-pura tidak melihat, ada yang bersembunyi dikolong meja, rok juga ada, rupa-rupa. Bodohnya, Oded malah melong mata Jarwo, itu membuat Jarwo merasa risih, kemudian menghampiri Oded, Oded pun deg-degan, Dedi sih bodo amat. Tak disangka, ternyata Jarwo cuman mau minta ciki jaguarnya Oded, yang kemudian di iyain aja da takut digebugan.

Alih-alih memberikan ciki tersebut kepada Jarwo, karena merasa sangat tegang, Oded malah melempar ciki tersebut kewajah Jarwo, kemudian diciduhan, Dedi pun ikutan, tapi nyiduhan Oded. Merasa tak senang dengan perlakuan Oded, Jarwo merasa sangat marah.

J : "kamu nyebeliiin!" disertai sebuah pukulan kewajah Dedi.

D : "Dedi salah apa bang?" bari nangis.

Ternyata kekembaran mereka membuat Jarwo menjadi bingung, mana Oded mana Dedi, alhasil Jarwo pun menjadi pusing , mata Jarwo kunang-kunang, lalu pingsan. Tak mau melewatkan kesempatan untuk kabur ini, Oded pun lari, Dedi jajan dulu baso tahu, namun ketika akan sampai ke kelas, mereka dicegat oleh bapak wakasek. Oded dan Dedi dituduh menyakiti Jarwo yang tadi pingsan, mereka katempuhan. Merekapun diskors gak boleh jajan dikantin selama 2 minggu, what the hell!.

BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment